Kamis, 12 Februari 2009

Keperawatan Komunitas dan Konsep Pemicuan

Pemicuan dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk mendorong atau memotivasi seseorang, keluarga atau masyarakat agar berbuat lebih baik.
Bentuk dari kegiatan pemicuan yaitu suatu promosi aplikatif yang memungkinkan tumbuh rasa takut, jijik, rasa bersalah yang kemudian muncul rasa tanggung jawab dan ingin memperbaiki keadaan.
Kegiatan pemicuan merupakan salah satu kegiatan yang lebih gampang untuk memunculkan peran serta / memperdayakan masyarakat.
Pemicuan merupakan konsep dari kegiatan CLTS yang diadopsi dari Banglades. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam hal ini tidak buang air besar disembarang tempat.
Bagaimanakah penerapan konsep pemicuan dalam keperawatan komunitas ?

Pemicuan yang dilaksanakan pada program CLTS berorientasi pada sanitasi lingkungan yang poin akhirnya ada kesadaran masyarakat untuk buang hajat pada tempatnya yaitu dengan berperan serta membuat jamban keluarga.
Kaitannya dengan keperawatan komunitas adalah pada kasus penyakit yang memungkinkan mempengaruhi kesehatan di masyarakat.
Konsep pemicuannya sama tapi orientasinya pada penyakit.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
Persiapan
Perawat komunitas mengadakan pendataan kasus-kasus bersama pembina desa. Sumber data berasal dari laporan penyakit bulanan atau laporan dari masyarakat. Selanjutnya dilakukan pengelompokan mana yang memungkinkan terjadi wabah atau tidak. . Tentukan wilayah mana yang segera perlu pemicuan.

Sebelum pemicuan.
Lakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan kegiatan pemicuan sekaligus meminta dukungan dan menentukan kapan dilaksanakan kegiatan pemicuan.

Pemicuan.
Masyarakatkan yang telah diikutsertakan oleh tokoh masyarakat diberikan penjelasan tentang kegiatan pemicuan. Lakukan tanya jawab tentang masalah penyakit yang ada yang mungkin meresahkan masyarakat, misalnya TBC, DBD, atau penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi misalnya campak.
Setelah semua memahami tentang masalah penyakit yang dimaksud lakukan kunjungan pada penderita. Setelah itu lakukan kembali pertemuan untuk mendengarkan pendapat masing-masing peserta. Sekiranya telah muncul kesadaran bahwa penyakit yang diderita memang mengkuatirkan maka picu rasa tanggung jawab mereka untuk menanggulanginya. Setelah ada kesepakatan misalnya tentang penyakit campak maka tidak ada istilah lagi takut akan imunisasi pada balita yang ada di daerah mereka semua bertanggung jawab mengimunisasika balita secara lengkap. Selain itu disepakati juga tentang menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk sekiranya penyakit yang diderita adalah demam berdarah. Dan lain-lain sesuai penyakitnya.

Setelah pemicuan.
Dilakukan evaluasi tentang perkembangan penyakit dan hasil kesepakatan serta hasil cakupan program di Puskesmas.

Dapat disimpulkan bahwa pemicuan dapat dilaksanakan dalam keperawatan komunitas. Kegiatannya merupakan upaya pomotif dan preventif untuk mencegah wabah atau kejadian luar biasa di suatu wilayah.

Bahan bacaan.
Modul pelatihan fasilitasi Pamsimas/CLTS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar