Senin, 27 April 2009

Dari melihat pohon ke melihat hutan

Alam semesta penuh dengan makna. Tidak ada yang tidak bermakna. Semua yang ada baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan itu bermakna. Makna-makna yang telah diterjemahkan dalam bahasa menjadilah suatu pengetahuan yang tentunya berharga bagi kehidupan makhluk hidup. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang merupakan hasil dari pengungkapan makna-makna yang kita lihat, dengar, rasa dari alam semesta. Alam semesta yang berupa benda mati dan makhluk hidup itulah sumber pengetahuan dan alam pikiran kitalah yang akan menterjemahkannya.
Kembali pada judul tulisan ini, cukup sederhana dan bermakna. Mari kita cermati bersama.
Pohon adalah sebuah benda dan makhluk hidup. Dipandang sebagai bagian dari alam. Dalam ilmu pengetahuan alam pohon merupakan golongan nabati. Mempunyai akar, batang, ranting dan daun. Berposes untuk perkembangannya. Itulah apa yang dapat digambarkan dari melihat pohon.

Hutan diartikan suatu wilayah tempat terkumpulnya tumbuhan yang banyak jumlahnya dengan lingkungannya dan disana hidup juga makhluk hidup lain serta benda mati yang semuanya itu saling berinteraksi. Begitulah kira-kira kalau kita melihat hutan.
Apa hubungannya diantara keduanya, pohon dan hutan?
Kita semua tahu bahwa pohon merupakan salah satu komponen pembentuk hutan dan hutan adalah merupakan komunitas dari pohon. Makna apa yang bisa kita terjemahkan ? Melihat pohon, sudah jelas kita akan melihat satu obyek
yang mempunyai bentuk, sifat dan karakteristik yang dinamakan pohon. Melihat hutan, kita akan melihat bermacam pohon yang mungkin berbeda bentuk, sifat dan karakteristik beda ditambah dengan lingkungan dan benda lain yang mempengaruhinya serta saling berinteraksi. Dari pola pikir yang ada maka sekiranya kita hanya melihat pohon yang kita dapatkan hanya masukan yang parsial saja keluarannya tidak akan berkembang dan dalam mengambil keputusan hanya solusi gejala saja yang akan muncul. Dan sekirannya kita teruskan dengan melihat hutan maka masukan berupa informasi penting akan menyeluruh dan terpadu sehingga akan muncul keputusan yang mendasar karena pola pikir kita telah memperhatikan semua yang berhubungan di dalam hutan tersebut.
Bagaiman penerapan pola pikir ini di dalam kehidupan.?
Pola pikir ini dinamakan systems thinking atau berpikir sistemik.
Berpikir sistemik adalah suatu pendekatan dan alat memecahkan masalah, memandang masalah sebagai suatu sistem. Menambah dan merubah kebiasaan cara berpikir dan berbicara tentang isu-isu kompleks. Suatu pilar konsep dasar organisasi pembelajaran yang mengintegrasikan disiplin-disiplin lain menjadi teori dan praktek yang koheren. Cara berpikir dan bahasa untuk menggambarkan dan memahami kekuatan-kekuatan yang saling berhubungan yang membentuk perilaku sistem.
Dari semua pengertian di atas pokok pikirannya adalah pergeseran pikiran dari melihat diri kita yang terpisah dari dunia menjadi bagian dari dunia.
Apakah akibat tanpa berpikir sistemik ?
Tidak adanya motivasi untuk mencari hubungan dari disiplin ilmu lain, tidak adanya perobahan kondisi saat ini kekondisi yang diinginkan, seperti benih visi yang jatuh ke tanah yang gersang.
Mengapa perlu berpikir sistemik ?
Ada beberapa yang mengharuskan kita berpikir sistemik yaitu adanya permasalahan yang komplek, persaingan yang keras, dapat merubah cara berpikir yang mendasar, dapat mendorong proses belajar, masalah tak dapat diselesaikan dengan cara berpikir yang menciptakan masalah.
Demikian apa yang bisa dicermati dari melihat pohon ke melihat hutan.

Sumber : catatan kuliah Konsep Dasar Keperawatan Stikes Muhammadiyah Banjarmasin
Dosen : Bpk. Sirajudin Nor, S.Kep ,Ners, M.Kes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar