Sabtu, 11 Juli 2009

Dampak Soft Drink Bagi Kesehatan

Akhir-akhir ini masyarakat kita terutama kawula muda mempunyai kecenderungan untuk mengkonsumsi soft drink atau yang lebih dikenal dengan minuman ringan. Selain karena cita rasanya yang menyegarkan, masyarakat terlanjur mempunyai image tersendiri. Iklan yang gencar di berbagai media masa ditambah dengan kemasannya yang mewah, memberi kesan minuman itu mempunyai gengsi dan kelas tertentu. Maka tak heran jika kini berbagai merek membanjiri pasaran.
Namun tahukah anda jika soft drink beresiko tinggi bagi kesehatan jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama. Mari kita teliti apa didalamnya.

Gula.
Soft drink memakai gula dalam kadar tinggi. Kebiasaan meminum soft drink memicu peningkatan berat badan dengan cepat. Oleh karena itu bagi siapa yang nengurangi berat badan, soft drink harus segera dihapus dari daftar konsumsi. Soft drink juga memicu kekurangan gizi karena rasa manis memberi rasa kenyang sehingga mengganggu selera makan.
Untuk itu hindari minun soft drink terutama menjelang waktu makan. Selain itu soft drink menghambat pemasukan beberapa zat gizi yang berharga. Cadangan protein, lemak dan mineral (kalsiun, zat besi, vitamin-vitamin) dalam tubuh kita akan diambil untuk pembakaran pasokan gula tersebut . Padahal siapa pun tahu bahwa soft drink tidak mengandung zat gizi selain kalori.

Kafein
Terdapat hampir pada semua soft drink. Kelebihan kafein menyebabkan iritasi lambung. Orang yang terlalu banyak minum soft drink biasanya mengeluh sakit ulu hati atau maag. Tingginya tingkat kafein dalam darah bisa menimbulkan / meningkatkan kadar kolesterol yang beredar dalam arteri, meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan kadar gula dalam darah.

Bahan-bahan adiktif.
Soft drink sarat dengan bahan-bahan tambahan antara lain pengawet, bahan pengawet ini digunakan untuk mempertahankan soda. Selain bahan pengawet juga terdapat bahan pewarna buatan dan aneka essence. Beberapa dari bahan itu akan berinteraksi dengan suplemen vitamin dan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu jangan meminum soft drink jika sedang mengkonsumsi obat-obatan. Beri jangka waktu beberapa jam untuk memberi kesempatan agar obat beredar dalam tubuh.
Hasil penelitian para ahli menemukan satu lagi pengaruh buruk soda adalah mengurangi kemampuan sel-sel darah putih dalam memerangi bakteri infeksi.

Apabila kita semua peduli pada kesehatan, maka kini saatnya mengurangi atau menghentikan dan menggantinya dengan meminum susu yang siap minum, jus atau air mineral. Mungkin trend memang perlu, tetapi jika mengganggu kesehatan hendaknya berpikir dua kali, biasakan hidup sehat. Masih banyak minuman-minuman sehat yang siap dikonsumsi. (ASHIF)

Disalin sesuai aslinya pada buletin Forum Remaja 21 Tahun 1997

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar