Senin, 05 Oktober 2009

KONSEP SOSIOLOGI DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. Konsep Dasar Sosiologi

1. Pengertian
Pakar sosiologi berpendapat bahwa sosiologi sebagai lmu yang bertugas menyelidiki interaksi manusia yang memiliki pengaruh timbal balik dalam kehidupan masyarakat. Pendapat ini memandang sosiologi sebagai pengkajian terhadap sistem sosial secara sistimatis, jadi memiliki tujuan tertentu. Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa masalah yang menjadi pusat perhatian sosiologi adalah hubungan antar pribadi, kelompok manusia atau masyarakat sebagai keseluruhan.
Masyarakat manusia telah berumur sekitar 200.000- 90.000 tahun terhitung terjelmanya makhluk yang bemarga homo sapiens. Meskipun demikian pengetahuan tentang masyarakat yang ilmiah baru berumur sekitar seratus tahunan lebih.
Pemikiran-pemikiran tentang masyarakat telah lama dilakukan oleh berbagai aliran filsafat, baik filsafat Barat atau filsafat Timur. Filsafat social menggambarkan masyarakat atau negara yang umumnya secara normative.
Perilaku manusia paling sulit untuk dipahami , sebab perilaku manusia menyangkut lahir dan bathin orang lain, suatu perilaku yang mempunyai ciri individual dan sekaligus social.
Sejak renaissance cara berpikir tentang masyarakat mengalami perubahan. Orang-orang Eropa mengubah pandangan tentang perilaku social dan masyarakat.
Suatu revolusi mental berlangsung dan peran manusia sebagai individu dalam mengubah muka bumi dan mengatur masyarakatnya makin disadari
Akal dan cara berpikir manusia berkembang dengan sendirinya.
Proses perkembangan berlangsung tahap demi tahap yang merupakan proses alam yang tidak terelakkan dan tak terhentikan, yaitu tahap religius, tahap metafisik dan tahap positif.



2. Lingkup
• Norma-norma
• Kelompok-kelompok sosial
• Lapisan-lapisan dalam masyrakat
• Lembaga-lembaga kemasyarakatan
• Proses sosial
• Perubahan-perubahan sosial
• Kebudayaan serta perwujudannya
l
3. Karakteristik
• Sosiologi mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial setiap perubahan-perubahan sosial
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan yang katagoris, murni, abstrak, berusaha memberi pengertian-pengertian umum, rasional dan empiris
• Masa Auguste Comte dipakai sebagai patokan . karena pertama kali memakai istilah atau pengertian sosiologi
• Dalam mempelajari obyeknya sosiologi mempergunakan beberapa cara kerja atau netode-metode yang juga dikenal ilmu ilmu pengetahuan lainnya
• Pada mulanya sebagai akibat perkembangan sosiologi timbullah mazhab-mazhab sosiologi, kemudian penggolongan tersebut ditinggalkan dan kini yang populer adalah spesialisasi didalam ilmu sosiologi.
• Sosiologi bersifat empiris yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif
• Sosiologi bersifat teoritis, yaitu ilmu peogetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil obsenasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka daripada unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan- hubungan sebab akibat, sehingga menjadi teori.
• Sosiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori sosilogi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori yang lama
• Sosiologi bersifat non-ethis, yakni yang dipersoalkan bukanlah buruk-baikrya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut.

4. Manfaat
Aspek-aspek sosiologi dapat dimanfaatkan pada:
a. Perencanaan sisitem komunikasi massa untuk mengetahui strutkur sosial dan proses sosial yang dihadapi dengan mengadakan identifikasi terhadap :
• Strukrur kelompok-kelompok di dalam masyarakat
• Kebudayaan
• Lembaga-lembaga sosial yang pokok
• Stratifikasi sosial
• Struktur kekuasaan yang ada
• Pola-pola interaksi sosial yang berlaku
b. Penerapan sistem komunikasi massa, di mana dengan penggunaan sosiologi dapat diketahui perihal perubahan-perubahan sosial yang terjadi
c. Penilaian kembali dari sistem komunikasi massa yang telah diterapkan yang secara sosiologis dapat dilihat pada derajat pelembagaannya
Dalam proses pembangunan yang dewasa ini sedang giat-giatnya dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sosiologi mempunyai keguanaan sebagai berikut :
a. Tahap perencanaan untuk mengidentifkasisi :
• Kebutuhan-kebutuhan sosial
• Pusat perhatian sosial
• Stratifikasi sosial
• Pusat-pusat kekuasaan
• Sistem dan saluran-saluran komunikasi sosial
b. Tahap pelaksanaan
• Identifikasi terhadap kekuatan-kekuatan sosial dalam masyarakat
• Pengamatan terhadap perubahan-perubahan sosial yang terjadi
c. Tahap evaluasi
• Analisa terhadap efek-efek sosial dari pembangunan

.

B. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas

1. Pengertian.

Dari judul di atas terdapat 3 (tiga) kata, yaitu perawatan, kesehatan dan masyarakat yang perlu dijelaskan satu persatu sebagai berikut :
a. Perawatan adalah suatu pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat berdasarkan cinta kasih kepada individu, keluarga dan masyarakat baik yang sehat maupun yang mempunyai masalah kesehatan, dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal Upaya pelayanan perawatan tersebut mencakup promotif (peningkatan). preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan) dan rehabilitatif (pemulihan). Secara garis besar yang dimaksudkan dengan:
• Promotif adalah upaya yang berkaitan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan sehingga dapat merubah tingkah lakunya yang kurang sesuai dengan kesehatan menjadi sesuai, bahkan mendukung serta dilibatkan dalam kegiatan kesehatan yang diselenggarakan di lingkungannya.
• Preventif adalah upaya yang berkaitan untuk memberikan perlindungan kepada penduduk, agar tidak diserang atau menderita suatu penyakit tertentu Upaya ini dapat dilakukan antara lain dengan memberikan immunisasi.
• Kuratif adalah upaya menyembuhkan seseorang dari suatu penyakit yang dideritanya Upaya tersebut dapat dilakukan antara lain dengan memberikan pengobatan, operasi (pembedahan)
• Rehabilitatif adalah upaya untuk memulihkan keadaan sisakit, sehingga mampu menolong dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Upaya ini dapat dilakukan dengan memberikan latihan seperti latihan duduk, berdiri, berjalan, menggerakkan anggauta tubuhnya sehingga dapat berfungsi kembali seperti sediakala.
b. Kesehatan
Kesehatan adalah suatu keadaan yang utuh serta dinamis dalam siklus kehidupan, sehingga manusia dapat berfungsi dan menyesuaikan diri secara terus menerus terhadap perubahan yang timbul, untuk memenuhi kebutuhan essensial dalam hidupnya sehari-hari. Apabila terjaadi gangguan terhadap salah satu taktor dapat pula menyebabkan terjaadinya gangguan keseimbangan faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya keadaan tidak sehat walaupun tidak terdapat penyakit ataupun kelainan patologis. Persepsi seseorang terhadap keadaan sehat tidak sama. Tergantung pada latar belakang pendidikan dan budayanya.
Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa sakit merupakan keadaan yang tidak seimbang dari seseorang sebagai akibat adanya pengaruh luar atau dari dalam diri manusia itu sendiri.
c. Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang bekerja sama dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga merupakan organisasi yang mempunyai batas-batas tertentu.
Satuan terkecil dari masyarakat disebut keluarga. Setiap masyarakat mempunyai ciri-ciri tertentu yang dicerminkan oleh keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat tersebut.
Dari uraian di atas, pada dasarnya pengertian Perawatan Kesehatan Masyarakat adalah kegiatan pelayanan yang memadukan ilmu dan seni perawatan dengan kesehatan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan kliennya akan pelayanan kesehatan baik sebagai individu, keluarga dan masyarakat dalam lingkungan tertentu. Pelayanan keperawatan yang diberikan berbentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diselenggarakan melalui Puskesmas dan Rumah Sakit seperti yang dikembangkan dalam Sistem Kesehatan Nasional.
Selanjutnya dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa, pelayanan
keperawatan yang diselenggarakan mencakup unsur kesehatan masyarakat, yaitu peningkatan, pcncegahan, penyembuhan dan pemulihan.
Dengan demikian dalam memberikan pelayanan keperawatan harus pula memperhatikan dan memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan klien. Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Faktor lingkungan, yaitu lingkungan sosial budaya. fisik dan biologik dimana keluarga tumbuh dan berkembarg.
b. Faktor perilaku dari keluarga, baik sebagai satu kesatuan terkecil dalam masyarakat maupun perilaku dari tiap individu yang menjadi anggauta keluarga tersebut.
c. Faktor pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan. Terutama pelayanan kesehatan keluarga baik sebagai upaya pelayanan swadaya masyarakat dan keluarga itu sendiri.
d. Faktor keturunan, yaitu sifat genetika yang ada dan diturunkan kepada keluarganya.

2. Tujuan.
Tujuan pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah :
a. Menunjang peningkatan fungsi puskesmas sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat, pusat pembinaan peran serta masyankat dan sebagai pusat pelayanan kesehatan dalam mewujudkan kwalitas hidup yang lebih baik. Kwalitas hidup yang lebih baik ini ditandai, antara.lain dengan:
• Semakin menurunnya angka kematian bayi, anak balita dan ibu bersalin
• Semakin diterimanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) oleh masyarakat.
• Terwujudnya masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam keluarga dan lingkungannya.
b. Membantu masyarakat mengenal sedini mungkin masalah kesehatan dan dapat menemukan serta menetapkan upaya penanggulangannya yang pada akhirnya masyarakat mampu mandiri dalam mengatasi masalah kesehatannya.
c. Membantu dan mendorong masyarakat berperan serta dalam upaya meningkatkan derajat kesehatannya.

3. Sasaran.
Sasaran dari pelayanan perawatan kesehatan masyarakaat adalah individu, keluarga dan masyarakat sebagai suatu kesatuan sistem, Namun
demikian sejalan dengan pencapaian sasaran pembangunan di bidang keesehatan prioritasnya diarahkan kepada bayi, anak balita dan ibu hamil.Telah disebutkan di atas bahwa individu, keluarga dan masyarakat sebagai suatu kesatuan sistem. Ini berarti pelayanan perawatan yang diberikan tidak hanya terbatas pada individu saja, tetapi mencakup pula anggauta keluarga lainnya yang berada dalam keluarga termasuk keluarga-keluarga disekelilingnya. Seperti dikelahui bahwa kesehatan individu keluarga, sallng mempengaruhi terhadap kesehatan anggauta keluarga lainnya.
Tepat kiranya motto "Health began at home". Sehubungan dengan sasaran di atas, maka dalam menyelenggarakan pelayanan perawatan kesehatan masyarakat, perlu diperhatikan hal-hal berikut :
a. Klien yang dilayani adalah "manusia" yang merupakan makhluk biopsiko-sosio-kultural dan spiritual yang utuh dan unik. Ia mempunyai kebutuhan yang bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangannya. Untuk itu tenaga perawatan dalam menberikan pelayanan. harus memperlakukan kliennya sebagai manusia seutuhnya dengan pendekatan komprehensif. Tenaga perawatan harus mampu mengidentifikasi, mengkaji kebutuhan klien, mengembangkan kemampuannya dan menolong untuk mengatasi keterbatasannya dalam menggunakan sumber daya guna memenuhi kebutuhannya.
b. Klien beserta factor-faktor yang mempengaruhi kesehatannya yang dihadapi oleh pelaksana pelayanan keperawatan tidak sama dan jarang berbentuk kejiadian yang berulang. Dengan demikian bagi tenaga keperawatan hal tersebut akan merupakan pengalaman belajar secara terus nenerus. Kehidupan masyarakat merupakan pelaiaran dan pengalaman yang tiada akhirnya dan selalu mempunyai ciri yang berbeda-beda. Untuk itu tenaga keperawatan harus peka, tanggap,mampu dan tepat dalam menetapkan jalan keluar untuk menanggulangi masalah yang dihadapi yang sulit diperkirakan sebelumnya.


C. Konsep Sosiologi Dalam Keperawatan Komunitas.

Kehidupan manusia pada hakikatnya adalah sebuah sistem. Masing-masing aspek sebenarnya saling kait mengkait dan menunjukkan adanya proses sebab-akibat, Sebagai contoh di suatu masyarakat sedang terjadi wabah peyakit diare. Pertanyaanya adalah mengapa terjadi wabah penyakit tersebut ? Jawabnya : karena di daerah tersebut terjadi bencana banjir, sehingga penduduk kesulitan air bersih dan fasilitas-fasilitas kebutuhan sehari-hari yang tidak sehat. Timbul pertanyaan lagi, mengapa banjir ? Karena hutan-hutan ditebangi, dan begitu seterusnya, pertanyaan-pertanyaan yang terkait ruang dan waktu. Peristiwa sosial ini juga dilatarbelakangi dan menimbulkan dampak dalam bidang sosial, ekonomi, etika dan moralias.
Dengan ilustrasi contoh di atas bahwa setiap fenomena kehidupan manusia itu sebenarnya menyangkut berbagai asfek yang saling terkait, ada yang langsung adan ada yang tidak langsung. Pertanyannya adalah bagaimana penerapan konsep sosiologi dalam keperawatan komunitas ? Penerapan konsep sosiologi dalam keperawatan komunitas menuntut seorang perawat komunitas berkemampuan berpikir matang untuk menghadapi dan memecahkan masalah sosial yang berhubungan dengan kesehatan di masyarakat, menyadari bahwa sakit adalah merupakan suatu fenomena sosial, yaitu :
1. Sakit bukan hanya permasalahan masuknya bakteri, virus kedalam tubuh kita, atau tidak berfungsinya organ-organ tubuh akaibat masuknya benda luar ke dalam tubuh. Sakit juga memiliki implikasi sosial (person, 1951).
2. Penyakit merupakan pelepasan dari tekanan yang tak tertahankan, penyakit membantu untuk menanggung kegagalan pribadi, sakit dapat digunakan untuk memperoleh perhatian, masuk rumah sakit dapat dianggap sebagai liburan., penyakit dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial., penyakit dapat dijadikan alat untk menghapus perasaan berdosa (Foster, 1986).
Masyarakat di dalam konsep sosiologi merupakan subyek dan sekaligus obyek yang harus dipelajari. Sedangkan di dalam keperawatan komunitas maka masyarakat merupakan sasaran pelayanan keperawatan. Cukup jelas bahwa ketika menerapkan pelayan keperawatan kesehatan masyarakat (Komunitas) maka seorang perawat komunitas haruslah memahami tentang konsep sosiologi sehingga dalam memerikan asuhan dapat terlaksana secara optimal. Tujuan dengan dipelajarinya konsep sosiologi (Awan Mutakim dalam Pendidikan Ilmu Sosial, Depdikbud, 1997/1998), adalah :
1. Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat.
2. Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial.
3. Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan-keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang brkembang di masyarakat.
4. Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, kemudian mampu mengambil tindakan yang tepat.
5. Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat.
Karena sakit adalah merupakan salah satu fenomena sosial dan sakit juga merupakan permasalahan dalam kesehatan maka tujuan dari dipelajarinya konsep sosiologi di dalam Ilmu Pengetahuan Sosial tersebut secara langsung dan tidak langsung berlaku juga penerapannya di dalam kesehatan khususnya untuk pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat (keperawatan komunitas).
Hubungan lain dari konsep sosiologi di dalam kepeerawatan keperawatan komunitas, sosiologi bermanfaat untuk dapat memberikan data sosial pada tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi proses keperawatan. Begitu juga dalam bidang penelitian, sosiologi bermanfaat bagi perencanaan sistem komunikasi massa, penerapannya, maupun penilaian proses tersebut.
Kegunaan lain dari sosiologi adalah membantu memecahkan berbagai permasalahan sosial dengan menggunakan metode preventif dan represiv. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pendekatan keperawatan komunitas saat ini yaitu pada pendekatan promotif dan preventif tampa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif.
Untuk dapat mempelajari keadaan masyarakat sudah barang tentu harus mempelajari ilmu tentang kehidupan manusia, seperti sosiologi, antropologi dan ekologi. Oleh sebab itu perawatan kesehatan masyarakat erat hubungannya dengan ilmu-ilmu tersebut, disamping ilmu perawatan dan kesehatannya sendiri.



Sumber :
1. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Sosial, buku 1, Dep.Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Jakarta, 2004
2. Buku Paket Perawatan Kesehatan Masyarakat Bagi Pekarya Kesehatan Puskesmas, Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Dep.Kes RI, Jakarta, 1986
3. Catatan Kuliah ISOSPOL, STIKes Muhammadiyah Banjarmasin, 2009, Doses : Qomarudin Sukri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar