Sabtu, 25 Mei 2013

DIAGNOSA KEHAMILAN



Kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28 dan 37 minggu disebut kehamilan prematur sedangkan kehamilan yang lebih 43 minggu disebut kehamilan postmatur.

Menurut usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi :
1. Kehamilan trimester pertama (0-14 minggu)
2. Kehamilan trimester kedua (14-28 minggu)
3. Kehamilan trimester ketiga (28-42 minggu)

Gejala kehamilan tidak pasti :
- Amenore (tidak mendapat haid)
   Penting diketahui tanggal dari hari pertama mendapat haid terakhir untuk
   menentukan usia kehamilan dan taksiran partus. Rumus taksiran partus menurut
   Naegele bila siklus haid sekitar 28 hari adalah tanggal dijumlah 7 sedangkan
   bulan dikurangi 3.
- Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah)
   Sering terjadi pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan, disebut morning
   sickness.
- Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
- Konstipasi / obstipasi
   Ini disebabkan terjadinya penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid.
- Sering kencing
   Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan
   oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan lalu
   timbul lagi pada akhir kehamilan.
- Pingsan dan mudah lelah
   Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai pada bulan-bulan pertama
   kehamilan lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
- Anoreksia (tidak ada nafsu makan).


Tanda kehamilan tidak pasti :
- Pigmentasi kulit
   Terjadi kira-kira minggu ke-12 atau lebih di daerah pipi, hidung dan dahi akibat
   pengaruh hormon plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Ini dikenal
   sebagai kloasma gravidarum.
- Leukore
   Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron.
- Epulis (hipertrofi papila gingiva)
   Sering terjadi pada trimester pertama kehamilan.
- Perubahan payudara
   Payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh estrogen dan
   progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola
   menghitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum pada
   kehamilan lebih 12 minggu.
- Pembesaran abdomen
   Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
- Suhu basal meningkat terus 37,2-37,8 derajat selsius
- Perubahan organ-organ dalam pelvik :
   a. Tanda Chadwick : vagina livid, terjadi pada kehamilan kira-kira 6 minggu.
   b. Tanda Hegar : segmen bawah uterus lembek pada perabaan.
   c. Tanda Piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan.
   d. Tanda Braxton-Hicks : uterus berkontraksi saat dirangsang. Tanda uterus ini
       khas pada masa kehamilan.
- Tes kehamilan

Tes kehamilan :
- Yang banyak dipakai adalah pemeriksaan hormon korionik gonadotropin (hCG)
   dalam urin.
- Dasarnya adalah reaksi antigen-antibodi dengan hCG sebagai antigen.
- Cara yang banyak digunakan adalah hemaglutinasi.
- Kadar terendah yang dapat terdeteksi adalah 50 iu/L.
- hCG dapat ditemukan pada hari pertama haid tidak datang.
- Tes yang dikenal antara lain Test Pack Plus hCG-Urine, Sure Step / Sure Strip,
   Evatest, Event test, RST-hCG, Beta Gravindex, dsb.
- Hasil positif palsu dapat diperoleh pada penyakit trofoblas ganas.
- Dulu, reaksi yang biasa digunakan antara lain reaksi Galli-Mainini, Friedman dan
   Ascheim-Zondek.

Tanda pasti kehamilan :
- Terasa bagian janin dan balotemen serta gerak janin pada palpasi.
- Terdengar bunyi jantung janin (BJJ) pada auskultasi. BJJ dapat terdengar saat
   menggunakan stetoskop Laennec pada mulai kehamilan 18-20 minggu
   sedangkan Doppler pada mulai 12 minggu.
- Terlihat gambaran janin dengan menggunakan ultrasonografi (USG) atau scanning.
- Tampak kerangka janin pada pemeriksaan sinar X. Sekarang tidak digunakan
   karena dampak radiasi terhadap janin.

Diagnosa banding kehamilan antara lain :
- Pseudosiesis, yaitu adanya gejala-gejala seperti hamil karena adanya keinginan
   kuat untuk hamil pada seorang wanita.
- Sistoma ovarii
- Mioma uteri
- Vesika urinaria dengan retensi urin
- Menopause.

Sumber :

Kapita Selekta Kedokteran. Editor Mansjoer Arif (et al.) Ed. III, cet. 2. Jakarta : Media Aesculapius. 1999.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar