HYGIENE
USAHA KESEHATAN PREVENTIF ATAU PENYEGAHAN PENYAKIT YANG MENITIK BERATKAN KEGIATANNYA BAIK PADA USAHA KESEHATAN PERORANGAN MAUPUN KEPADA USAHA KESEHATAN LINGKUNGAN FISIK DIMANA ORANG BERADA. ( Drs. Soebagio Reksosoebroto,1990 )
SANITATION
THE CONTROL OF ALL THOSE FACTORS IN MAN’S PHYSICAL ENVIROMENT WHICH EXERCISE OR MAY EXERCISE A DELETERIOUS EFFECT ON HIS PHYSICAL DEVELOPMENT, HEALTH, SURVIVAL. ( W.H.O., 1965 )
KESEHATAN-SEHAT
• ADALAH SUATU KEADAAN KESEMPURNAAN FISIK, MENTAL DAN SOSIAL YANG TIDAK HANYA BEBAS DARI PENYAKIT ATAU KELEMAHAN. (WHO)
• ADALAH KEADAAN SEJAHTERA BADAN, JIWA DAN SOSIAL YANG MEMUNGKINKAN SETIAP ORANG HIDUP PRODUKTIF SECARA SOSIAL DAN EKONOMI.
LINGKUNGAN
• LINGKUNGAN : MEDIA
1.ATMOSFER
2. HIDROSFER
3.LITHOSFER
4. BIOSFER
5. SOSIOSFER
• LINGKUNGAN MIKRO
• LINGKUNGAN MESO
• LINGKUNGAN MAKRO
Hubungan Host Agent Environment ( The Epidemiologi Triangle)
• Sehat : keadaan seimbang antara host, agent dan lingkungan tidak berubah
• Sakit, bila :
1. Agent meningkat
2. Daya tahan tubuhmenurun
3. Lingkungan berubah
KESEHATAN LINGKUNGAN
Adalah ILMU & SENI dalam mencapai KESEIMBANGAN KESELARASAN KESERASIAN lingkungan hidup melalui upaya PENGEMBANGAN BUDAYA PERILAKU SEHAT dan PENGELOLAAN LINGKUNGAN sehingga dicapai kondisi yang BERSIH, AMAN, NYAMAN, SEHAT dan SEJAHTERA terhindar dari gangguan PENYAKIT, PENCEMARAN dan KECELAKAAN, sesuai dengan HARKAT dan MARTABAT manusia Bogor. ( SS.210894 )
KESEHATAN LINGKUNGAN
• KESEIMBANGAN EKOLOGIS YANG HARUS ADA ANTARA MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA AGAR DAPAT MENJAMIN KEADAAN SEHAT DARI MANUSIA SECARA UTUH TIDAK HANYA KESEHATAN SECARA FISIK TETAPI JUGA KESEHATAN MENTAL DAN SOSIAL DENGAN LINGKUNGANNYA (WHO)
• ENVIRONMENTAL HEALTH
ENVIRONMENTAL HEALTH IS THAT ASPECT OF PUBLIC HEALTH THAT IS CONCERNED WITH THOSE FROM OF LIVE, SUBSTANCES, FORCES AND CONDITIONER IN THE SURROUNDINGS OF MAN WAY EXERT AN INFLUENCE OF HUMAN HEALTH WELL BEING (W.PURDOM)
HUBUNGAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Ruang lingkup perhatian ilmu kesehatan lingkungan
• Penyediaan air, khususnya yang menyangkut persediaan jumlah serta mutu dari air tersebut.
• Pengelolaan air bekas dan pengelolaan pencemaran terhadap air, termasuk masalah pengumpulan, pembersihan dan pembuangan air bekas dari rumah tangga dan sampah lain yang dibawa air, serta kontrol terhadap kwalitas air permukaan dan air tanah.
• Pengelolaan sampah padat.
• Kontrol vektor, termasuk anthropoda, binatang mengerat
• Pencegahan dan pengontrolan pencemaran tanah oleh kotoran manusia atau substansi lain yang berpengaruh buruk terhadap kehidupan manusia hewan dan tumbuhan.
• Sanitasi makanan dan susu.
• Pengotoran udara.
• Kontrol terhadap radiasi.
• Kesehatan kerja terutama pengaruh buruk dari faktor fisik, kimia dan biologis.
• Kontrol terhadap kebisingan.
• Perumahan dan lingkungan sekitar terutama aspek kesehatan masyarakat pada tempat pemukiman umum ataupun gedung-gedung.
• Perencanaan kota dan regional.
• Pencegahan terhadap kecelakaan.
• Aspek kesehatan lingkungan dari udara laut dan transportasi.
• Tempat rekreasi dan tourisme, aspek kesehatan lingkungan dari pantai, kolam renang tempat berkemah dan lain sebagainya.
• Tindakan sanitasi yang dihubungkan dengan epidemi. keadaan darurat (seperti banjir dan sebagainya) serta imigrasi penduduk.
• Tindakan pencegahan lain yang dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa lingkungan telah bebas dari bahaya yang dapat mengancam kesehatan.
Ruang lingkup kesehatan lingkungan (WHO)
• Masalah air .
• Masalah barang/benda sisa/bekas seperti air limbah, sampah, tinja.
• Masalah makanan dan minuman.
• Masalah perumahan dan bangunan.
• Masalah pencemaran terhadap udara, tanah dan air.
• Masalah pengawasan arthropoda dan rodentia.
• Masalah kesehatan kerja.
PRINSIP-2 PENGENDALIAN PENYAKIT GANGG KESEH
• PENGOBATAN MEDIS-> KURATIF &REHAB
• IMUNISASI
• PENINGKATAN VITALITAS FISIK
• PENGENDALIAN LINGKUNGAN
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
• ISOLASI -> PEMISAHAN DNG JARAK TTT
• SUBSTITUSI-> MENGGANTI BAHAN
• SHEILDING-> PELINDUNG
• TREATMENT-> PERAWATAN/PENGOLAHAN
• PENCEGAHAN
TREATMENT
• DESTRUKSI-> BINASAKAN KESELURUHAN SUMB.BIOLOGIS.
• KONVERSI -> GANTI B3-> <<< BAHAYA
• REMOVAL-> MEMBERSIHKAN DARI KOTORAN.
• INHIBISI-> MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI
• PENCEGAHAN-> MENCEGAH TERJADINYA PENYAKIT.
MASALAH2 KES.LING DAN DAMPAKNYA THD KESMAS(WHO)
• RATUSA JUTA ORANG MENDERITA PENYAKIT SAL.PERNAFASAN AKIBAT POLUSI UDARA DI DALM DAN LUAR RUMAH
• RATUSAN JUTA ORANG TERPAJAN PADA GANGGUAN FISIK MAUPUN KIMIAWI DI TEMPAT KERJA ATAU LINGKUNGAN (TERMASUK 0,5 JUTA MENINGGAL AKIBAT KECELAKAAN LALIN)
• 4 JUTA ANAK DAN BAYI MATI /TAHUN AKIBAT PENYAKIT DIARE, PD UMUMNYA PENCEMARAN MAKMIN DAN AIR MINUM.
• RATUSAN JUTA ORANG MENDERITA AKIBAT INFESTASI PARASIT YANG MELEMAHKAN.
• DUA JUTA ORG MENINGGAL AKIBAT MALARIA SETIAP TAHUN DAN 267 JUTA ORG SAKIT MALARIA
• TIGA JUTA ORG MENINGGAL AKIBAT TBC/TAHUN DAN 20 JUTA MENGALAMI INFEKSI AKTIF TBC.
• RATUSAN JUTA MENDERITA KURANG GIZI.
Sebagian besar masalah kesehatan berada di luar sektor kesehatan
Oleh karenanya dalam pembangunan kesehatan, perlu upaya untuk:
• Meminimalkan underlying causes, yaitu berbagai penyebab tak langsung (pendidikan, perumahan, dan lain-lain)
• Menangani cause of the the causes, yaitu penyebab fundamental (masalah sosial ekonomi, budaya dan lingkungan)
MASALAH KESEHATAN LINGKUNGAN (SURKESNAS)
• Fisik rumah (lantai 85 , 3 % > 8 m2) ; lantai tanah 17,6 %.;
• ventilasi 84,9 %; cahaya ckp 85,4 %.
• Sanitasi dasar ( sumber air terlindung 75 %;)
• jamban leher angsa 62 %. Cemplung 19,7 %, tidak pakai 7 %.
• Spal 25 % tertutp; 45,5 terbuka; 29,4 % tanpa saluran )
• Peng. Sampah 44 % Dibakar; ditimbun 10,5 %, dibuang ke sungai 7,2 %, sembarangan 9,3 %.
• Sumber penerangan PLN 83,4 %; Listrik non PLN 3 %, petromak 2,5 %; pelita 10,0 % lainnya 0,6 %.
• Bahan Bakar (listrik 2,9 %Gas 8,2 %; M.Tanah 43,2 %; Arang Batu bara 0,3 %, Kayu bakar 43,2 %, tidak memasak 1,2 %)
PENGERTIAN KOTA-KAB. SEHAT
• Kota yang terus menerus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosialnya melalui pemberdayaan potensi masyarakat dengan memaksimalkan seluruh potensi kehidupan baik secara bersama-sama maupun mandiri, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berperilaku sehat hidup di lingkungan yang aman, nyaman sehat.
• Kabupaten sehat adalah kesatuan wilayah administrasi pemerintah yang terdiri dari desa/kelurahan yang masyarakatnya secara terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat yang didukung oleh lingkungan , prasarana wilayah akses, pelayanan sosial, ekonomi dan kesehatan yang memadai, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berperilaku sehat yang hidup dilingkungan yang aman, nyaman sehat.
MODEL KOTA/KAB SEHAT
KOTA SEHAT
a. Lingkungan yang sehat. terciptanya udara yg bersih, PAM
b. Prasarana kota yang aman dan Sehat.-> Ruang kota serasi
c. Perilaku hidup sehat-> meniadakan perilaku tdk sehat
d. Kehidupan sosial yang sehat->JPKM, penanggulangan anjal
e. Kawasan Industri yang sehat-> Industri aman & tdk polusi
f. Kawasan Pariwisata yang sehat> akomodasi& mkn aman
g. Pengembangan pendidikan yang berwawasan kesehatan.
KABUAPTEN SEHAT.
a. Lingkungan yang sehat.
b. Prasarana Kab/Kec/desa yang aman dan sehat.
c. Kehidupan sosial yang sehat.
d. Tersedianya pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
e. Kesediaan pangan dan jaminan gizi
INDIKATOR KOTA/KAB.SEHAT
• Untuk melihat dan mengukur kemajuan kegiatan dibutuhkan indikator sehingga semua pihak yang ikut terlibat dapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya.
• Setiap daerah dapat memilih sesuai kemampuannya.
• Indikator: proses dan out put.
Contoh Indikator
• Indikator Proses
Adanya penyusunan rencana peningkatan gerakan kota/kab.sehat dibagian tsb dan perluasan ke wilayah lain dalam kota/kab.tab
• Indikator Hasil
Tersusunnya pelaksanaan peningkatan gerakan kota/Kab.dan desa/kel.sehat dibagian lain kota itu serta upaya peningkatannya di wil. Yg sudah ada kegiatannya.
• Indikator out put (contoh)
Fisik,
Udara Bersih
1. Ada dan dilaksanakan
2. Ventilasi memadai
3. Baku mutu emisi kendaraan
4. Monitoring baku mutu emisi kend.bermotor
5. Baku mutu Udara
6. Penggunaan unleaded bensin(tanpa Pb).
Penyediaan Air Bersih
1. Pengadaan air minum perpipaan
2. Rumah dng air bersih
3. Rumah dng air minum PAM
4. Air tdk tercemar Coli tinja.
NON FISIK
Perilaku Td Sehat
1. Kel./desa dengan kegiatan anti rokok, narkotik, penanggulangan kekerasan dan kenakalan remaja.
2. Penurunan kasus narkotika dan penggunaan obat-obatan terlarang.
JPKM
1. Adanya pendekatan JPKM yang dikordinir masyarakat.
2. Adanya JPKM yang mempunyai badan hukum.
Sumber :
Catatan Kuliah Pengantar kesling STIKes. MUHAMMADIYAH Banjarmasin PROGRAM S1Kep( NERS A/B) Dosen : Hardiono, SKM
Minggu, 03 Januari 2010
PENGANTAR KESEHATAN LINGKUNGAN
Alkohol, Arak dan Khamr
Alkohol dibuat dari proses fermentasi karbohidrat (pati) melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu : (1) pembuatan larutan nutrien, (2) fermentasi, (3) destilasi etanol,.Dalam dunia kimia, farmasi dan kedokteran, alkohol banyak digunakan. Di antaranya :
1. Sebagai pelarut. Sesudah air, alkohol merupakan pelarut yang paling bermanfaat dalam farmasi. Digunakan sebagai pelarut utama untuk banyak senyawa organik (Ansel, 1989:313,606).
2. Sebagai bakterisida (pembasmi bakteri). Etanol 60-80 % berkhasiat sebagai bakterisida yang kuat dan cepat terhadap bakteri-bakteri. Penggunaannya adalah digosokkan pada kulit lebih kurang 2 menit untuk mendapat efek maksimal. Tapi alkohol tidak bisa memusnahkan spora (Tjay & Rahardja, 1986:170; Mutschler, 1991:612).
3. Sebagai alkohol penggosok. Alkohol penggosok ini mengandung sekitar 70 % v/v, dan sisanya air dan bahan lainnya. Digunakan sebagai rubefacient pada pemakaian luar dan gosokan untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien yang terbaring lama (Ansel,1989:537).
4. Sebagai germisida alat-alat (Ansel, 1987:537).
5. Sebagai pembersih kulit sebelum injeksi (Ansel, 1987:537; IONI 2000:423).
6. Sebagai substrat, senyawa intermediat, solven, dan pengendap (Apriantono, www.indohalal.com)
Arak adalah minuman keras yang mengandung alkohol yang selalunya diminum ketika bersosial atau digunakan untuk meningkatkan "mood", ia juga mengakibatkan ketagihan jika selalu diminum. Minuman beralkohol terdapat dalam pelbagai bentuk termasuk bir, wain, brandi dan wiski
Khamr berasal dari bahasa Arab yang berarti menutupi. Di sebut sebagai khamr, karena sifatnya bisa menutupi akal. Sedangkan menurut pengertian urfi pada masa itu, khamr adalah apa yang bisa menutupi akal yang terbuat dari perasan anggur (Naillul Authar IV 57).
Sedangkan dalam pengertian syara', khamr tidak terbatas pada perasan anggur saja, tetapi semua minuman yang memabukkan dan tidak terbatas dari perasan anggur saja. Pengertian ini diambil berdasarkan beberapa hadits Nabi SAW. Diantaranya adalah hadits dari Nu'man bin Basyir bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya dari biji gandum itu terbuat khamr, dari jewawut itu terbuat khamr, dari kismis terbuat khamr, dari kurma terbuat khamr, dan dari madu terbuat khamr” (HR Jama'ah, kecuali An Nasa'i
Alkohol, arak dan khamr merupakan tiga istilah yang saling berhubungan. Setiap arak atau minuman keras selalu dan sudah pasti mengandung alkohol dan dapat memabukkan atau menutupi akal. Arak juga bisa disebut sebagai khamr
Alkohol dalam Makanan/Minuman
Alkohol dalam bentuk arak (minuman beralkohol) banyak dijumpai sebagai campuran dalam makanan atau minuman. Berikut ini paparan fakta mengenai keberadaan alkohol (arak) dalam berbagai makanan dan minuman (sumber www.halalmui.or.id
a. Khamr Sebagai Penyedap Masakan
Dikenal ada beberapa khamr (arak) sebagai penyedap masakan Cina, Jepang, Korea, dan masakan lokal yang berorientasi khamr. Khamr-khamr itu misalnya : (1) Ang Chiu, sebagai penyedap masakan, berguna untuk mempersedap masakan daging, tim ayam, sea food dan sayur mayur, (2) Lo Wong Chiu, digunakan sebagai saus penyedap masakan, dan digunakan juga sebagai penyedap masakan daging, tim ayam, sea food dan sayur mayur; (3) Anggur Beras Putih, sebagai rendaman obat Thionghoa dan berbagai masakan.
b. Khamr dalam Kue Ultah
Dalam sebuah resep kue ulang tahun yang terdapat di majalah ternama terdapat deretan bahan yang harus disiapkan. Salah satunya adalah "rhum". Masyarakat ternyata acuh tak acuh terhadap keberadaan bahan tersebut. Mereka perlu tahu bahwa rhum adalah nama dari sebuah minuman keras dengan kadar alkohol sampai 30 persen.
c. Khamr dalam Makanan Bakaran
Dalam masakan ikan bakar, daging panggang atau barbeque, khamr sering digunakan untuk melunakkan daging dan menciptakan aroma khas khamr. Khamr yang sering digunakan adalah dari jenis arak putih atau anggur beras ketan. Memang tidak semua ikan bakar atau daging bakar menggunakan bahan ini. Tetapi dari beberapa kasus yang terjadi di restoran Jepang dan Cina, penggunaan khamr ini kadang-kadang ditemukan. Ciri masakan bakar yang menggunakan khamr agak susah dideteksi. Secara umum khamr dalam masakan bakar agak susah dideteksi. Secara umum daging atau ikan yang direndam khamr biasanya lebih lunak, lebih empuk dan memiliki aroma khas khamr. Tetapi tanda-tanda tersebut pada kenyataannya sulit dikenali, karena daging yang lunak dan empuk juga bisa disebabkan oleh enzim papain dari daun atau getah pepaya. Sedangkan aroma khamr sangat sulit dikenali, khususnya bagi orang awam yang tidak terbiasa dengan aroma tersebut.
d. Khamr dalam Tumisan
Masakan yang menggunakan cara pemasakan tumis juga sering menggunakan khamr sebagai bahan yang ditambahkan. Aroma khamr akan muncul pada saat tumisan dipanaskan dengan api dan khamr dimasukkan ke dalam wajan.
e. Khamr dalam Mie
Mie goreng dengan berbagai rasa kadang-kadang ditambahkan khamr untuk mencitarasakan khamr guna menambah selera. Seperti mie goreng ayam, mie goreng sea food, mie goreng udang dan seterusnya. Khamr yang digunakan dalam masakan ini biasanya adalah arak putih, arak merah atau mirin.
f. Khamr dalam Sea food
Jangan dikira setiap sea food pasti aman. Meskipun semua isi laut halal, tetapi cara memasaknya sangat beraneka ragam. Nah, pemasakan sea food itulah yang kadang-kadang menggunakan saus dan khamr untuk menghasilkan rasa dan aroma khas yang konon mengundang selera.
g. Khamr dalam Campuran Minuman
Di restoran-restoran atau cafe sering ditawarkan beraneka ragam minuman dengan nama keren dan penampilan yang eksentrik. Kadang-kadang kita terjebak dengan nama minuman itu yang kelihatannya aman. Misalnya avacado fload, lemon squash, oranges dan beberapa minuman yang berkonotasi buah-buahan. Tetapi tidak ada salahnya jika kita bertanya kepada pramusaji, apa saja isinya. Sebab tidak jarang di dalam minuman buah itupun ditambahkan rhum atau minuman keras yang lain. Katanya untuk menimbulkan sensasi khusus ketika kita meneguknya.
Dari semua jenis makanan yang berpeluang ditambahkan khamr atau minuman keras itu memang sulit dideteksi secara visual. Apalagi bagi kita yang tidak pernah mengenal minuman keras.
Adakah anda tahu kesannya terhadap badan?
• Ia memperlahankan fungsi sistem saraf pusat
• Mengubah persepsi, emosi, pergerakan, penglihatan, dan pendengaran seseorang
Apakah faktor-faktor resiko bagi seseorang untuk minum berlebihan?
• Faktor lingkungan contohnya :
o Mudah didapati
o Tidak mahal
o Pengiklanan yang menarik di media
• Faktor Sosial :
o Pengaruh rakan sebaya
o Latarbelakang keluarga
o Pengaruh idola atau orang-orang yang terkenal
o Budaya
• Faktor Biologi :
o Keturunan
o Personaliti (contohnya: impulsif, mudah gelabah/terangsang)
Mitos dan realiti tentang kegunaan alkohol
Mitos Realiti
• Penggunaan alkohol membuat seseorang individu berasa seperti dewasa.
• Remaja yang tidak mengambil alkohol adalah lebih matang dan dapat berfikir secara rasional. Mereka juga kurang bermasalah.
• Mitos Realiti
• Alkohol memudahkan mereka mendapat banyak kawan dan diterima sebagai sebahagian dari kumpulan tersebut.
• Rekan yang tidak menggunakan alkohol boleh lebih dipercayai dan merupakan kawan yang sentiasa lebih erat. Hubungan antara kawan juga lebih sehat tanpa penggunaan alkohol.
• Alkohol membuat seseorang itu nampak "cool" dan bergaya.
• Alkohol mengakibatkan mabuk,yang mana ini jelas tidak "cool" dan juga berbahaya.
• Alkohol menghilangkan rasa bosan dan memberi kesenangan.
• Kegembiraan adalah lebih nikmat apabila seseorang itu mengambil bahagian dalam aktiviti sehat dan tidak mabuk. Kegembiraan di bawah pengaruh alkohol tidak bertahan lama dan mudah dilupakan.
• Adalah lebih baik mengambil alkohol semasa remaja supaya anda boleh berhenti mengambilnya semasa dewasa ketika anda mempunyai lebih tanggungjawab.
• Remaja juga mempunyai tanggungjawab yang penting. Malahan, Alkohol boleh mengakibatkan ketagihan hingga ke peringkat dewasa. Memulakan aktiviti sihat pada usia yang muda menjadikan seseorang itu lebih baik dan sihat apabila dewasa kelak.
• Alkohol dapat membantu melepaskan anda dari permasalahan dalam hidup.
• Menghilangkan masalah melalui penggunaan alkohol merupakan penyelesaian jangka pendek sahaja. Menggunakan alkohol sebagai cara untuk menangani masalah adalah tidak benar. Penggunaannya akan menimbulkan lebih banyak masalah dalam jangka pendek dan panjang.
Apakah kesan-kesan pengambilan alkohol ?
Kesan pengambilan alkohol merangkumi berbagai aspek kehidupan seseorang. Implikasi sosial termasuk :
• Kurang konsentrasi yang boleh mengakibatkan kemerosotan prestasi pelajaran
• Ponteng sekolah yang boleh mempengaruhi pencapaian akademik
• Kelakuan Delinkuen/salah laku
• Penglibatan remaja dalam jenayah untuk membiayai tabiat ketagihan alkohol
Kesan fizikal alkohol adalah:
• Keadaan mabuk (seseorang itu berjalan terhuyung hayang, pertuturan yang tidak betul atau jelas, bingung dan bercelaru).
• Keracunan (gejala-gejala termasuk mengantuk yang teramat, tidak sedar diri, sukar bernafas, paras gula yang rendah, sawan dan juga boleh menyebabkan kematian).
Gangguan kesehatan termasuk:
• Kerosakan otak yang kekal
• Penyakit hepar ( radang hepar, sirosis, kanser)
• Penyakit jantung (peningkatan tekanan darah, angin ahmar/strok)
• Ulser pada perut (ulser gastrik dan peptik)
• Kanser usus
• Penurunan naluri seks dan mati pucuk
• Keguguran spontan
• Bayi yang tidak normal
• Anaemia (kandungan darah rendah)
Masalah Psikososial juga mungkin timbul. Antaranya :
• Perubahan personaliti
• Kemurungan
• Bunuh diri
• Kelakuan agresif
Adakah terdapat sebarang risiko tidak langsung terhadap kesihatan?
Ya, seseorang yang ketagihan alkohol lebih cenderung untuk :
• Terlibat dalam gejala seks yang tidak selamat (berisiko tinggi mendapat HIV/AIDS).
• Menunjukkan perilaku yang ganas.
• Menderita akibat kecederaan contohnya akibat kemalangan jalanraya.
Apakah itu ketagihan alkohol?
Penyalahgunaan alkohol menyebabkan seseorang terlalu bergantung kepadanya sepanjang masa.
Bilakah seseorang itu diyakini mengalami ketagihan alkohol?
• Keinginan yang teruk atau gian untuk minum alkohol
• Gagal untuk berhenti dari terus minum
• Gejala fizikal ( berketar, berpeluh dan loya)
• Perlu meningkatkan jumlah alkohol yang diminum
• Meneruskan tabiat minum walaupun mengalami banyak masalah yang diakibatkan oleh alkohol
Bagaimana anda boleh menghindari dari alkohol?
Anda sepatutnya :
• Mengamalkan gaya hidup sihat
• Berkemahiran untuk menangani stress dan masalah yang dihadapi
• Jauhi dari rakan yang mengambil alkohol
• Isikan masa sepenuhnya - Ambil bahagian dalam sukan, mulakan satu program senaman atau hobi, mengambil bahagian dalam aktiviti sosial yang berfaedah seperti PROSTAR dan Rekan Muda
• Jangan menerima ajakan untuk mencoba alkohol walaupun untuk sekali sahaja
• Jauhi dari tempat yang boleh menggalakkan pengambilan alkohol seperti bar, kelab malam, disko dan sebagainya.
• Mempunyai kemahiran/kebolehan bagi menangani masalah termasuk semua yang tertera di atas
Apakah yang boleh anda lakukan jika anda mempunyai masalah alkohol?
• Dapatkan pertolongan secepat mungkin
• Berbincang dengan orang dewasa yang boleh dipercayai (ibubapa, doktor, kaunselor sekolah dan sebagainya) atau seseorang yang boleh memberi sokongan
Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan alkohol untuk makanan khususnya untuk minuman sangatlah berbahaya bagi kesehatan baik fisik maupun mental dan dari sudut pandang hukum Agama Islam sudah jelas bahwa setiap minuman yang beralkohol adalah khamr dan hukumnya haram, baik kadar alkoholnya tinggi atau rendah. Bukan karena bisa memabukkan atau tidak bagi peminumnya. Bukan pula sedikit atau banyaknya yang diminum. Juga bukan karena diminum sebagai khamr murni atau dicampur dengan minuman lainnya. Sebab, diharamkannya khamr semata-mata karena zatnya. Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah bersabda:
"Setiap yang memabukkan dalam keadaan banyaknya, maka sedikitnya pun haram" (HR Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Daruquthni)
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda:
”Setiap minuman yang memabukkan itu haram, dan jika banyaknya satu faraq (16 rithl = 7, 83 liter) dapat memabukkan, maka satu tangan dari minuman tersebut adalah haram” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidziy)
Dengan demikian, beberapa jenis minuman seperti : brandy, wisky, martini, dan lain-lain yang kadar alkoholnya mencapai 40 sampai 60 persen termasuk kategori khamr. Demikian pula jenis janever, holland, geneva yang kadar alkoholnya mencapai 33 sampai 40 persen. Termasuk pula jenis bir ringan sperti eyl, portar, estote, dan munich, malaga, anggur cap orang tua, mengandung 2 hingga 15 persen alkohol. Semua jenis minuman tersebut adalah khamr dan haram hukumnya, meskipun namanya berbeda-beda. Dari Ubadah bin Ash Shamit bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sekelompok manusia dari umatku akan menghalalkan khamr, dengan nama (baru) yang mereka sebutkan" (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
Sumber :
http://www.khilafah1924.org
http://id.wikipedia.org/wiki/alkohol
http://id.wikipedia.org/wiki/Minuman-beralkohol
http://id.wikipedia.org/wiki/arak
www.infosihat.gov.my/../ARAK.pdf
www.osolihin.wordpress.com/../hukum-khamr/
KELAINAN YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN KIMIA DAN OBAT
Pendahuluan
• Hampir semua bahan kimia, termasuk obat-obatan mempunyai kemampuan menimbulkan jejas, kadang kematian.
• Beberapa diantaranya sangat toksik dan bereaksi cepat,dianggap sbg racun ttpi lebih sering berpengaruh scr samar-samar, dan baru nyata setelah beberapa waktu.
A. Efek samping agen terapi
• Lebih sering dikenal sebagai efek samping obat (ADR)
• Menjadi resiko yang paling diketahui oleh penderita, keluarga dan dokter.
• Setiap obat suatu saat dapat mengakibatkan ADR
• Konsensus luas bahwa 4 kategori pengobatan terlibat dalam ADR yang paling serius – agen radioaktif, antibakteri, antineoplastik, dan imunosupresan.
Kategori ADR
• Dapat diperkirakan, terkait dosis
- kelebihan dosis. Cth:toksisitas digitalis
- efek samping. Cth:toksisitas
• streptomisin yang terkenal pada telinga
• bgn dlm.
• Reaksi yang tidak terduga, tidak terkait dosis
• Efek ekstensi
• Reaksi idiosinkrasi
1.Analgesik
• Berton-ton aspirin dan analgesik terjual bebas setiap tahunnya(cth.fenasetin, asetaminofen)
• Kelebihan dosis aspirin yang tidak begitu tinggi walau tdk menimbulkan kematian, dpt menyebabkan reaksi hipersensitivitas (eritematosa, eksim, angioedema, urtikaria, asma, bahkan anafilaksis)
• Pemakaian dosis terapi aspirin selama penyakit virus ikut menyebabkan sindrom Reye
• Pemakaian aspirin yg menahun merupakan faktor penting pada perkembangan gastritis dan dapat menimbulkan tukak peptik gastrikum
2. Barbiturat
• Tahun 1977 di Britania disebutkan bahwa 70% kematian akibat bunuh diri disebabkan oleh akibat agen terapi barbiturat
• Dosis berlebihan yang tidak disengaja dan tidak dikehendaki, menjadi penyebab lebih dari 15.000 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat
• Semua jenis barbiturat mempunyai efek farmakologik yang serupa, tetapi bervariasi dalam kecepatan kerja
• Bila dosis total analgesik(campuran aspirin,fenasetin, dan asetaminofen) mencapai kadar dlm kilogram selama bertahun-tahun, dpt terjadi lesi ginjal yg dpt menimbulkan kematian
• Di Amerika Serikat Fenasetin telah ditarik dari peredaran, karna penggunaan fenasetin yang lama dan besar dianggap dapat menyebabkan kanker kandung kemih
• Akibat kliniko anatomi toksisitas barbiturat bervariasi dari depresi CNS yang menyolok dengan koma yang mematikan dlm waktu beberapa jam sampai dengan reaksi lambat non fatal yg mungkin berkaitan dengan kepekaan obat
• Bila kadar barbiturat darah cukup tinggi (mulai 2 mg/100ml utk agen kerja singkat), semua neuron di CNS tertekan termasuk yg paling penting pusat pengaturan pernapasan/suhu dibatang otak
• Diagnosis intoksikasi barbiturat, baik secara klinis, maupun anatomis, tergantung sekali pada identifikasi agen secara klinis, maupun anatomis, tergantung sekali pada identifikasi agen secara kromatografik gas, dalam darah atau isi lambung, karena perubahan klinis, dan anatomis tidak jelas
3. Estrogen Eksogen, dan Kontrasepsi Oral (OC)
• Estrogen eksogen tergantung pada dosis total dan lama penggunaan, akan meningkatkan risiko karsinoma pada organ sasaran tertentu, lebih besar dari organ lain
• Disamping sifat onkogenitas yang tampak, estrogen eksogen juga melipatgandakan risiko perjalanan penyakit empedu pada wanita
• Kontrasepsi oral masih menimbulkan pertentangan yang luas, tentang efek jangka pendek dan panjang
4. Obat Kemoterapi Kanker
• Pada kebanyakan kasus, neoplasma yang disebabkan obat adalah leukimia nonlimfositik akut.
• Neoplasma akibat obat terjadi terutama pd penderita noplasma yang peka terhadap pengobatan , termasuk penyakit Hodkin, limfoma non-hodkin, mieloma multipel, dan Ca.ovarium, tetapi kadang-kadang terjadi pada keadaan yang tdk terobati juga(mis. Ca.payudara, Ca.gastrointestinal dan polisitemia vera.
• Berdasarkan bukti yang ada sekarang, maka agen alkilator (seperti melfalan,dan siklosfosfamid) menghadapi risiko terbesar karena obat-obatan ini mempunyai kemampuan untuk mencetuskan mutasi
5. Antibiotik dan Imunosupresan
• Beberapa efek antibiotik utama:
a. Reaksi sensitivitas terkait antibiotik, bervariasi mulai anafilaksis, sampai ruam kulit
b. Srain baru kuman kebal obat telah timbul, terutama yang dapat dicatat seperti stafilokokus, gonokokus, dan enteropatogen gram negatif. Kuman-kuman ini dan strain-strain lain yg juga kebal, menimbulkan masalah yang berat dan dapat mencetuskan epidemik yang serius, baik dalam masyarakat maupun RS
c. Penghancuran mikroflora tubuh sering memberikan kesempatan bagi proliferasi kuman oportunistik yang mempunyai kemampuan untuk mencetuskan penyakit hanya pada tuan rumah yang rentan.
• Imunosupresan telah memungkinkan era pencangkokan organ, dan kadang-kadang penyelamatan hidup pada penderita penyakit diperantai imun, tetapi obat ini juga dapat mencetuskan risiko
• Yang paling jelas, ialah reaktivasi tuberkulosis yang telah tenang dengan pengobatan dosis tinggi steroid jangka panjang, yang kadang-kadang dapat menyebabkan diseminasi milier fatal infeksi.
B. EFEK SAMPING AGEN NON-TERAPEUTIK
Substansi non-terapeutik yang dapat menyebabkan penyakit, diantaranya yaitu:
1. Etil Alkohol
Konsumsi etanol yang berlebihan merupakan salah satu masalah utama medis, dan kemasyarakatan didunia. Konsumsi alkohol dpt dianggap berlebihan, bila alkohol menimbulkan efek samping pada kondisi intelektual, kejiwaan, dan jasmani sesorang.
Diantara efek-efek patofisiologis berkaitan dengan CNS lah yang paling peningkatan kadar alkohol darah, adalah yang penting. Etanol merupakan suatu depresan CNS.
Diantara efek-efek alkohol yang lain, adalah toksisitas pada sel hati.
Beberapa implikasi tambahan alkoholisme yaitu kepekaan terhadap infeksi meningkat, miopati otot lurik yang analog dgn keadaan pada kardiomiopati, gastritis, ulkus peptikum, pankreatitis akut/kronik
2. Timbal
Terdapat banyak sumber timbal dari lingkungan. Timbal mempunyai banyak efek metabolik yang merusak. Timbal menghambat penggabungan besi menjadi hem, mengganggu sintesis globin, dan menghambat asam delta-aminolevulenat dehidratase dalam sel darah merah.
3. Adiksi Obat
• Mariyuana (cannabis/ganja),
substansi psikoaktif yang terkandung dalam resin daun, dan pucuk bunga tanaman adalah tetrahidrokanabinol (THC). Walaupun tidak ada efek fisik yang nyata, pemakaian ganja selama usia dini sering menjadi permulaan bagi penggunaan obat lain. Lebih baik kita memberi judul pada bagian ini, “ Jangan Dekat Tanaman Itu”
• Heroin
Suatu derivat morfin, opoid yang sering disalah gunakan. Obat ini dapat dihirup atau dilarukan dalam cairan, dan disuntikkan subkutan atau secara intravena
• Kelebihan dosis merupakan penyebab kematian paling sering, karena dihubungkan dengan hambatan pusat-pusat pengaturan dimedula.
4. Karsinogen Industrial
Menurut Biro Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, kira-kira 50.000 substansi pada penggunaan komersial masa kini, hanya sekitar seperlimanya saja yang diuji, dan 20% diantaranya dianggap karsinogenik.Walaupun begitu tidak ada sanggahan terhadap kenyataan bahwa pemaparan karena pekerjaan telah mencetuskan kira-kira 1 sampai 5 % kanker manusia.
5.Agen Non Terapeutik Lain
Disamping substansi-substansi sebelumnya,banyak substansi lain yang diketahui menyebabkan penyakit dan kematian.
• Metil alkohol (dipakai dalam solven, penghapus cat, anti es dan sterno) Penyerapan setelah termakan, atau terhirup. Tempat utama jejas adalah neuron retina, keterlibatan otak menyebabkan depresi CNS
• Karbon Monoksida (CO)
Merupakan penyebab langka kematian tidak disengaja. Afinitas. COpada hemoglobin 200 kali lebih besar daripada afinitas oksigen. Afinitas yang meningkat ini menghasilkan karboksihemoglobin, yang mengganggu transpor oksigen,dan menyebabkan hipoksi sistemik.
• Merkuri, dengan berikatan pada gugus sulhidril, dapat meracuni enzim, dan merusak membran.
Sumber :
Materi Kuliah Patologi Klinik
Dosen : dr.Hatta Antemas
Rabu, 23 Desember 2009
Buntok , Habis Gelap Terbitlah Terang
Habis gelap terbitlah terang adalah tema yang dipakai oleh panitia operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh RSUD Buntok dan Dinkes Kab.Buntok bekerjasama dengan TP.PKK Kabupaten Buntok dan PT.Adaro Indonesia.
Dari tema tersebut dapat diartikan bahwa harapan pasien katarak yang dulu buta tidak melihat apa-apa atau dalam nuansa tanpa cahaya (gelap) maka setelah dioperasi dapat melihat kembali terangnya dunia disekitarnya.
Memang maksud dari istilah dari kata - kata tersebut adalah pengertian nyata pada saat ini.
Dulu RA Kartini mengambil istilah ini sebagai upaya membebaskan kaumnya dari kebodohan atau upaya mencerdaskan kaumnya.
Panitia menganggap bahwa tema tersebut pantas diangkat secara nyata dalam arti yang lebih nyata.
Sekilas tentang Buntok.
Buntok adalah ibu kota Kabupaten Barito Selatan yang berada di Propinsi Kalimantan Tengah, memiliki luas wilayah kurang lebih 12.664 km` dengan keadaan geografis lebih besar daerah rawa. Berpenduduk kurang lebih sebanyak 180.000 jiwa. Kabupaten ini mempunyai motto "dahani dahana tuntung tulus" . Mempunyai 6 kecamatan dengan penduduk asli suku dayak. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Banjar/Melayu dan Bahasa Dayak yang beragam.
Pelaksanaan operasi.
Pembukaan kegiatan operasi dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2009, dibuka oleh Bupati Buntok.
Dari sekrening yang dilakukan dari sekitar kurang lebih 200 orang yang diperiksa di dapat sekitar 45 orang yang menderita katarak dan dari hasil pemeriksaan lengkap hanya sekitar 25 orang yang bisa di operasi. Penderita yang belum bisa di operasi dikarenakan adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, glukoma, kencing manis, batuk/sesak napas.
Pelaksanaan operasi dilakukan pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2009 dengan jumlah penderita 10 orang dan pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2009 berjumlah 15 orang.
Dari kegiatan operasi tersembut ternyata pada hari Sabtu hanya 9 orang yang bisa di operasi, 1 orang tidak bisa di operasi karena tidak koperatif. Pada hari Minggu hanya 13 orang yang bisa dilakukan operasi, 2 orang tidak bisa karena sakit dan 1 orang tidak koperatif. Hasil operasi dari 22 orang terpasang lensa dan 1 orang tidak dipasang lensa karena komplikasi.
Dari sisa penderita yang belum dioperasi diharapkan dapat di operasi pada tahun 2010.
Sumber
www.wikipedia.org/wiki/kabupaten_Barito_Selatan
Minggu, 13 Desember 2009
Operasi Katarak Gratis di Kab.Hulu Sungai Tengah
Barabai adalah ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang secara geografis terletak di utara Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jaraknya 160 km dari Banjarmasin, sekitar 4 jam mengenderai mobil. Barabai adalah kota sejuk karena berada di kaki Gunung Pagat yang merupakan salah satu bukit di Pegunungan Meratus yang membujur dari seletan ke utara. Apam Barabai adalah makanan khas yang cukup terkenal di kota ini.
Barabai memiliki luas wilayah 1.472 km` dan mempunyai 11 kecamatan, motto "Murakata".
Suku asli adalah Suku Banjar yang terdapat di seluruh kecamatan dan Suku Dayak Bukit yang bermukim di kecamatan Batu Benawa.
Kota Barabai berdiri/lahir pada tanggal 24 Desember 1959 dengan dasar Hukum UU No 27 tahun 1959.
Untuk memperingati hari jadi kota Barabai ke 50 Pemda HST dengan di koordinir Dinkes Kab.HST mengadakan operasi katarak gratis bekerjasama dengan PT.Adaro Indonesia. Sekrening penderita katarak dilaksanakan oleh Tim Katarak PT.Adaro Indonesia di 3 lokasi, yaitu :
1. Puskesmas Barabai pada tanggal 3 Desember 2009. Jumlah penderita yang disekrening 75 orang dan penderita yang bisa di operasi berjumlah 15 orang.
2. Puskesmas Birayang pada tanggal 4 Desember 2009. Jumlah penderita yang disekrening 41 orang dan yang bisa di operasi berjumlah 8 orang.
3. Puskesmas Pantai Hambawang pada tanggal 5 Desember 2009. Penderita yang disekrening berjumlah 63 orang dan yang bisa di operasi berjumlah 14 orang.
Pelaksanaan operasi dilaksanakan pada tanggal 8, 9, 10 Desember 2009 bertempat di ruang operasi Rumah Sakit Damanhuri Barabai. Penderita yang di operasi berjumlah 30 orang dari 37 penderita yang seharusnya bisa di operasi. 7 penderita yang tidak bisa dioperasi dikarenakan sakit (batuk, sesak napas, hipertensi, naiknya tekanan bola mata). Dokter yang melakukan operasi adalah dokter spesialis mata Rumah Sakit Damanhuri Barabai. Pelaksanaan operasi berjalan lancar.
Harapan ka Dinkes Kab.HST operasi ini dapat berkesinambungan ke tahun-tahun berikutnya.
Sumber :
www.wikipedia.org/wiki/Barabai
www.wikipedia.org/wiki/Kab_Hulu_Sungai_Tengah
Minggu, 06 Desember 2009
ULKUS PEPTIKUM
I. DEFINISI
Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut erosi, walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak.(misalnya tukak karena stress). Tukak kronik berbeda denga tukak akut, karena memiliki jaringan parut pada dasar tukak. Menurut definisi, tukak peptik dapat ditemukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung, yaitu esofagus, lambung, duodenum, dan setelah gastroduodenal, juga jejunum. Walaupun aktivitas pencernaan peptic oleh getah lambung merupakan factor etiologi yang penting, terdapat bukti bahwa ini hanya merupakan salah satu factor dari banyak factor yang berperan dalam patogenesis tukak peptic.
II. ETIOLOGI
Etiologi ulkus peptikum kurang dipahami, meskipun bakteri gram negatif H. Pylori telah sangat diyakini sebagai factor penyebab. Diketahui bahwa ulkus peptik terjadi hanya pada area saluran GI yang terpajan pada asam hidrochlorida dan pepsin. Penyakit ini terjadi dengan frekuensi paling besar pada individu antara usia 40 dan 60 tahun. Tetapi, relatif jarang pada wanita menyusui, meskipun ini telah diobservasi pada anak-anak dan bahkan pada bayi. Pria terkenal lebih sering daripada wanita, tapi terdapat beberapa bukti bahwa insiden pada wanita hampir sama dengan pria. Setelah menopause, insiden ulkus peptikum pada wanita hampir sama dengan pria. Ulkus peptikum pada korpus lambung dapat terjadi tanpa sekresi asam berlebihan
Upaya masih dilakukan untuk menghilangkan kepribadian ulkus. Beberapa pendapat mengatakan stress atau marah yang tidak diekspresikan adalah factor predisposisi. Ulkus nampak terjadi pada orang yang cenderung emosional, tetapi apakah ini factor pemberat kondisi, masih tidak pasti. Kecenderungan keluarga yang juga tampak sebagai factor predisposisi signifikan. Hubungan herediter selanjutnya ditemukan pada individu dengan golongan darah lebih rentan daripada individu dengan golongan darah A, B, atau AB. Factor predisposisi lain yang juga dihubungkan dengan ulkus peptikum mencakup penggunaan kronis obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Minum alkohol dan merokok berlebihan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulkus lambung dapat dihubungkan dengan infeksi bakteri dengan agens seperti H. Pylori. Adanya bakteri ini meningkat sesuai dengan usia. Ulkus karena jumlah hormon gastrin yang berlebihan, yang diproduksi oleh tumor(gastrinomas-sindrom zolinger-ellison)jarang terjadi. Ulkus stress dapat terjadi pada pasien yang terpajan kondisi penuh stress.
III. PATHOFISIOLOGI
Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan(asam hidrochlorida dan pepsin). Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin, atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. Mukosa yang rusak tidak dapat mensekresi mukus yang cukup bertindak sebagai barier terhadap asam klorida.
Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang berupa :
1. Sefalik Fase
pertama ini dimulai dengan rangsangan seperti pandangan, bau atau rasa makanan yang bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf vagal. Intinya, makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung. Inilah yang menyebabkan makanan sering secara konvensional diberikan pada pasien dengan ulkus peptikum. Saat ini banyak ahli gastroenterology menyetujui bahwa diet saring mempunyai efek signifikan pada keasaman lambung atau penyembuhan ulkus. Namun, aktivitas vagal berlebihan selama malam hari saat lambung kosong adalah iritan yang signifikan.
2. Fase lambung
Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. Refleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan.
3. Fase usus
Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon (dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan merangsang sekresi asam lambung.
Pada manusia, sekresi lambung adalah campuran mukokolisakarida dan mukoprotein yang disekresikan secara kontinyu melalui kelenjar mukosa. Mucus ini mengabsorpsi pepsin dan melindungi mukosa terhadap asam. Asam hidroklorida disekresikan secara kontinyu, tetapi sekresi meningkat karena mekanisme neurogenik dan hormonal yang dimulai dari rangsangan lambung dan usus. Bila asam hidroklorida tidak dibuffer dan tidak dinetralisasi dan bila lapisan luar mukosa tidak memberikan perlindungan asam hidroklorida bersama dengan pepsin akan merusak lambung. Asam hidroklorida kontak hanya dengan sebagian kecil permukaan lambung. Kemudian menyebar ke dalamnya dengan lambat. Mukosa yang tidak dapat dimasuki disebut barier mukosa lambung. Barier ini adalah pertahanan untama lambung terhadap pencernaan yang dilakukan oleh sekresi lambung itu sendiri. Factor lain yang mempengaruhi pertahanan adalah suplai darah, keseimbangan asam basa, integritas sel mukosa, dan regenerasi epitel.
Oleh karena itu, seseorang mungkin mengalami ulkus peptikum karena satu dari dua factor ini :
1. Hipersekresi asam pepsin
2. Kelemahan barier mukosa lambung
Apapun yang menurunkan yang mukosa lambung atau yang merusak mukosa lambung adalah ulserogenik, salisilat dan obat antiinflamasi non steroid lain, alcohol, dan obat antiinflamasi masuk dalam kategori ini.
Sindrom Zollinger-Ellison (gastrinoma) dicurigai bila pasien datang dengan ulkus peptikum berat atau ulkus yang tidak sembuh dengan terapi medis standar. Sindrom ini diidentifikasi melalui temuan berikut : hipersekresi getah lambung, ulkus duodenal, dan gastrinoma(tumor sel istel) dalam pancreas. 90% tumor ditemukan dalam gastric triangle yang mengenai kista dan duktus koledokus, bagian kedua dan tiga dari duodenum, dan leher korpus pancreas. Kira-kira ⅓ dari gastrinoma adalah ganas(maligna).
Diare dan stiatore(lemak yang tidak diserap dalam feces)dapat ditemui. Pasien ini dapat mengalami adenoma paratiroid koeksisten atau hyperplasia, dan karenanya dapat menunjukkan tanda hiperkalsemia. Keluhan pasien paling utama adalah nyeri epigastrik. Ulkus stress adalah istilah yang diberikan pada ulserasi mukosa akut dari duodenal atau area lambung yang terjadi setelah kejadian penuh stress secara fisiologis. Kondisi stress seperti luka bakar, syok, sepsis berat, dan trauma dengan organ multiple dapat menimbulkan ulkus stress. Endoskopi
fiberoptik dalam 24 jam setelah cedera menunjukkan erosi dangkal pada lambung, setelah 72 jam, erosi lambung multiple terlihat. Bila kondisi stress berlanjut ulkus meluas. Bila pasien sembuh, lesi sebaliknya. Pola ini khas pada ulserasi stress.
Pendapat lain yang berbeda adalah penyebab lain dari ulserasi mukosa. Biasanya ulserasi mukosa dengan syok ini menimbulkan penurunan aliran darah mukosa lambung. Selain itu jumlah besar pepsin dilepaskan. Kombinasi iskemia, asam dan pepsin menciptakan suasana ideal untuk menghasilkan ulserasi. Ulkus stress harus dibedakan dari ulkus cushing dan ulkus curling, yaitu dua tipe lain dari ulkus lambung. Ulkus cushing umum terjadi pada pasien dengan trauma otak. Ulkus ini dapat terjadi pada esophagus, lambung, atau duodenum, dan biasanya lebih dalam dan lebih penetrasi daripada ulkus stress. Ulkus curling sering terlihat kira-kira 72 jam setelah luka bakar luas.
IV. MANIFESTASI KLINIK.
Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari, minggu, atau beberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali, sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Banyak individu mengalami gejala ulkus, dan 20-30% mengalami perforasi atau hemoragi yang tanpa adanya manifestasi yang mendahului.
Nyeri : biasanya pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul, seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang mamulai kontraksi otot halus sekitarnya. Nyeri biasanya hilang dengan makan, karena makan menetralisasi asam atau dengan menggunakan alkali, namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan nyeri kembali timbul. Nyeri tekan lokal yang tajam dapat dihilangkan dengan memberikan tekanan lembut pada epigastrium atau sedikit di sebelah kanan garis tengah. Beberapa gejala menurun dengan memberikan tekanan local pada epigastrium.
1. Pirosis(nyeri uluhati) : beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada esophagus dan lambung, yang naik ke mulut, kadang-kadang disertai eruktasi asam. Eruktasi atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong.
2. Muntah : meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi, muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. Hal ini dihubungkan dengan
pembentukan jaringan parut atau pembengkakan akut dari membran mukosa yang mengalami inflamasi di sekitarnya pada ulkus akut. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual, biasanya setelah nyeri berat yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung.
3. Konstipasi dan perdarahan : konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus, kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. Pasien dapat juga datang dengan perdarahan gastrointestinal sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan, tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya.
V. TEST DIAGNOSIS
Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan adanya nyeri, nyeri tekan epigastrik atau distensi abdominal. Bising usus mungkin tidak ada. Pemeriksaan dengan barium terhadap saluran GI atas dapat menunjukkan adanya ulkus, namun endoskopi adalah prosedur diagnostic pilihan. Endoskopi GI atas digunakan untuk mengidentifikasi perubahan inflamasi, ulkus dan lesi. Melalui endoskopi mukosa dapat secara langsung dilihat dan biopsy didapatkan. Endoskopi telah diketahui dapat mendeteksi beberapa lesi yang tidak terlihat melalui pemeriksaan sinar X karena ukuran atau lokasinya. Feces dapat diambil setiap hari sampai laporan laboratorium adalah negatif terhadap darah samar. Pemeriksaan sekretori lambung merupakan nilai yang menentukan dalam mendiagnosis aklorhidria(tidak terdapat asam hdroklorida dalam getah lambung) dan sindrom zollinger-ellison. Nyeri yang hilang dengan makanan atau antasida, dan tidak adanya nyeri yang timbul juga mengidentifikasikan adanya ulkus. Adanya H. Pylory dapat ditentukan dengan biopsy dan histology melalui kultur, meskipun hal ini merupakan tes laboratorium khusus. Ada juga tes pernafasan yang mendeteksi H. Pylori, serta tes serologis terhadap antibody pada antigen H. Pylori.
VI. PENATALAKSANAAN
Beberapa metode dapat digunakan untuk mengontrol keasaman lambung termasuk perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan tindakan pembedahan.
1. Penurunan stress dan istirahat.
2. Penghentian merokok
3. Modifikasi diet
4. Obat-obatan
5. Intervensi bedah
VII. ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Riwayat pasien bertindak sebagai dasar yang penting untuk diagnosis. Pasien diminta untuk menggambarkan nyeri dan metode yang digunakan untuk menghilangkannya (tekanan, antacid). Nyeri ulkus peptikum biasanya digambarkan sebagai rasa terbakar atau menggerogoti dan terjadi kira-kira terjadi setelah 2 jam sesudah makan. Nyeri ini dering membangunkan pasien tengah malam dan jam 3 pagi. Pasien hanya menyatakan bahwa nyeri dihilangkan dengan antasida, makan makanan atau dengan muntah. Pasien ditanya kapan muntah terjadi. Bila terjadi, seberapa banyak? Apakah muntahan merah terang atau warna kopi. Apakah pasien mengalami defekasi disertai feses berdarah? Selama pengambilan riwayat, perawat meminta pasien untuk menuliskan masukan makanan, biasanya periode 72 jam dan memasukkan semua kebiasaan makan (kecepatan makan, makanan regular, kesukaan pada makanan pedas, penggunaan bumbu, penggunaan minuman yang mengandung kafein).
Tingkat ketegangan dan kegugupan pasien dikaji. Apakah pasien merokok? Bila ya, seberapa banyak? Bagaimana pasien mengekspresikan marah, terutama dalam konteks kerja dan kehidupan keluarga? Adakah stress pekerjaan atau adakah masalah dengan keluarga? Adakah riwayat keluarga dengan penyakit ulkus?
Tanda vital dikaji untuk indicator anemia (takikardi, hipotensi), feses diperiksa terhadap darah samar. Pemeriksaan fisik dilakukan dan abdomen dipalpasi untuk melokalisasi nyeri tekan.
B. Diagnosa Keperawatan
2. Diagnosa Keperawatan : Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa gasterdan spasme otot.
3. Diagnosa Keperawatan: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nyeri yang berkaitan dengan makanan.
4. Diagnosa keperawatan : Ansietas berhubungan dengan sifat penyakit dan penatalaksanaan jangka panjang.
5. Diagnosa Keperawatan : kurang pengetahuan mengenai pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi berhubungan dengan informasi yang tidak adekuat.
6.
C. Tujuan dan Intervensi Keperawatan
I. Diagnosa Keperawatan : Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa gasterdan spasme otot.
Tujuan : Klien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang.
Intervensi :
1. Berikan terapi obat-obatan sesuai dengan program :
a. Antagonis histamine, Rasional : Mempengaruhi sekresi asam lambung
b.Garam antibiotic/ Bismuth, Rasional : Antibiotik diberikan bersamaan dengan garam Bismuth mematikan H.Pylori
c.Agen sitoprotektif, Rasional : Agen sitoprotektik melindungi mukosa lambung
d.Inhibitor pompa proton, Rasional : Inhibitor pompa proton menurunkan asam lambung
e.Antasida, Rasional : Menetralisir asam lambung
f.Antikolinergik, Rasional : Menghambat pelepasan asam lambung
2. Anjurkan menghindari obat-obatan yang dijual bebas terutama yang mengandung salisilat.
R/ Obat-obatan yang mengandung salisilat dapat mengiritasi mukosa lambung.
3. Anjurkan klien untuk menghindari makanan/ minuman yang mengiritasi mukosa lambung : kafein dan alcohol.
R/ Dapat merangsang sekresi asam hidroklorida.
4. Anjurkan klien untuk menggunakan makanan dan kudapan pada interval yang teratur.
R/ Jadwal makan yang teratur membantu mempertahankan partikel makanan dalam lambung yang membantu menetralisir keasaman sekresi lambung.
5. Anjurkan pasien untuk berhenti merokok
R/ Merokok dapat merangsang kekambuhan ulkus
II. Diagnosa Keperawatan: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nyeri yang berkaitan dengan makanan.
Tujuan : Mendapatkan nutrisi yang optimal.
Intervensi :
1. Anjurkan makan makanan dan minuman yang tidak mengiritasi.
R/ Makanan dan minuman yang tidak mengiritasi dapat membantu mengurangi nyeri epigastrik.
2. Anjurkan makan dengan jadwal yang teratur, hindari kudapan sebelum waktu tidur.
R/ Makan teratur membantu menetralisasi sekresi asam lambung; kudapan sebelum tidur meningkatkan sekresi asam lambung.
3. Anjurkan makan makanan pada lingkungan yang rileks.
R/ Lingkungan yang rileks kurang menimbulkan ansietas. Menurunnya ansietas membantu menurunkan sekresi asam hidroklorida.
III. Diagnosa keperawatan : Ansietas berhubungan dengan sifat penyakit dan penatalaksanaan jangka panjang.
Tujuan : Penurunan ansietas.
Intervensi :
1. Dorong klien untuk mengekspresikan masalah dan rasa takut dan ajukan pertanyaan sesuai kebutuhan.
R/ Komunikasi terbuka membantu klien mengembangkan hubungan saling percaya yang membantu mengurangi ansietas dan stress.
2. Jelaskan alasan untuk mentaati jadwal pemngobatan yang direncanakan :
1. Farmakoterapi
2. Pembatasan diet
3. Modifikasi tingkat aktifitas
4. Mengurangi atau menghentikan rokok
R/ Pengetahuan mengurangi ansietas yang tampak sebagai rasa takut akibat ketidaktahuan. Pengetahuan dapat mempunyai pengaruh positif pada perubahan perilaku.
3. Bantu klien untuk mengidentifikasi situasi yang menimbulan ansietas.
R/ Stresor perlu diidentifikasi sebelum dapat diatasi.
4. Ajarkan strategi penatalaksanaan stress : misalnya obat-obatan, distraksi dan imajinasi.
R/ Penurunan ansietas menurunkan sekresi asam hidroklorida.
IV. Diagnosa Keperawatan : kurang pengetahuan mengenai pencegahan gejala dan penatalaksanaan kondisi berhubungan dengan informasi yang tidak adekuat.
Tujuan :
Klien mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan dan penatalaksanaan.
Intervensi :
1. Kaji tingkat pengetahuan dan kesiapan untuk belajar dari klien.
R/ Keinginan untuk belajar tergantung pada kondisi fisik klien, tingkat ansietas dan kesiapan mental.
2. Ajarkan informasi yang diperlukan : Gunakan kata-kata yang sesuai dengan tingkat pengetahuan klien. Pilih waktu kapan klien paling nyaman dan berminat. Batasi sesi penyuluhan sampai 30 menit atau kurang.
R/ Individualisasi penyuluhan meningkatkan pembelajaran.
3. Yakinkan klien bahwa penyakitnya dapat diatasi.
R/ Memberikan keyakinan dapat memberikan pengaruh positif pada perubahan perilaku.
D. Evaluasi
1. Nyeri teratasi
2. Perubahan nutrisi teratasi
3. Anxietas teratasi
4. Pengetahuan bertamabah
DAFTAR PUSTAKA
Corwin, Elizabeth J.2000. Buku Saku pathofisiologi.EGC; Jakarta
Doengoes, Marilynn,E.2000 Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3,Jakarta;EGC
Khaidir Muhaj.Blog.Site, Asuhan keperatan Ulkus Peptikum
Mansjoer, Arief dkk.1999.Kapita Selekta Kedokteran.Edisi 3.Jilid I;Jakarta F.K.U.I
Suddart, 2000. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta ;EGC
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat, Jakarta;EGC
GASTRITIS
I. ANATOMI FISIOLOGI GASTER / LAMBUNG.
Gaster merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigasterium. Bagian atas gaster terdiri dari fundus yang berhubungan dengan esofhagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma didepan pancreas dan limpa, menempel disebelah kiri fundus.
Bagian gaster terdiri dari :
1. Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol keatas terletak sebelah kiri ostium kardium dan biasanya penuh berisi gas.
2. Korpus ventrikulli, setinggi ostium kardium , suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor.
3. Antrum pylorus, bagian lambung yang berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal membentuk sfingter pylorus.
4. Kurvatura minor, terdapat disebelah kanan lambung, terbentang dari osteum kardiak sampai ke pylorus.
5. Kurvatura mayor, lebih panjang dari kurvatura minor, terbentang dari sisi kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikulli menuju kekanan sampai ke pylorus inferior. Ligamentum gastrolienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.
6. Osteum kardiak, merupakan tempat esophagus diamana bagian abdomen masuk keg aster. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik .
Susunan lapisan dari dalam ke luar, terdiri dari :
1. Lapisan selaput lendir, apabila gaster dikosongkan, lapisan ini akan berlipat – lipat yang disebut rugae.
2. Lapisan otot melingkar ( muskulus aurikularis )
3. Lapisan otot miring ( muskulus obligus )
4. Lapisan otot panjang ( muskulus longitudinale )
5. Lapisan jaringan ikat / serosa ( peritoneum ).
Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan. Bila melihat makanan atau mencium bau makanan, maka sekresi lambung akan terangsang .
Rasa makanan merangsang sekresi lambung karena kerja syaraf menimbulkan rangsangan kimiawi yang menyebabkan dinding gaster melepaskan hormon yang disebut sekresi gatah lambung. Getah lambung dihalangi oleh sistem syaraf simpatis yang dapat terjadi pada waktu gangguan emosi seperti marah dan rasa takut.
FUNGSI GASTER :
1. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltik lambung dan getah lambung .
2. Getah cerna lambung yang dihasilkan :
a. Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino ( albumin dan pepton ).
b. Asam garam ( HCL ), fungsinya mengasamkan makanan, sebagai antiseptik dan disenfektan serta membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
c. Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen ( kasenogen dan protein susu )
d. Lapisan lambung jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung.
II. DEFINISI GASTRITIS.
Adalah imflamasi / peradangan mukosa gaster / lambung.
Klasifikasi :
a. Gastritis Akut Erosif
Adalah peradangan permukaan mukosa gaster yang akut dengan kerusakan – kerusakan erosi. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam dari pada mukosa muskularis.
Etiologi :
Obat aspirin
Bahan kimia
Rokok
Alkohol
Stres fisik ( luka bakar, sepsis, trauma pembedahan, dll )
Stres psikologis
Refluk isi usus
Endotoksin
b. Gatritis Kronik
Adalah imflamasi mukosa gaster yang menahun yang dapat disebabkan oleh ulkus yang benignan atau malignan dan bisa juga yang disebabkan oleh Helycobakteri Pylori.
Klasifikasi gastritis kronis :
- Gastritis kronis type A
Akibat perubahan sel parietal yang menimbulkan atrofi dan infiltrasi seluler, hal ini sering dihubungkan dengan penyakit autoimun seperti anemia pernisiosa.
- Gastritis kronis type B
Penyakit ini dihubungkan dengan Helycobacteri Pylori, faktor diet yang sembrono, merokok, minum alkohol dan refluk isis usus.
III. PATHOFISIOLOGI
Akibat factor –faktor penyebab diatas akan membuat membrane mukosa lambung menjadi edema dan hiperemik ( kongesti dengan jaringan, cairan dan darah ), kemudian mengalami erosi superficial, bagian ini mensekresi sejumlah getah lambung yang sangat sedikit asam tetapi banyak mucus.Ulserasi superficial dapat terjadi dan dapat menimbulkan hemoragi , perforasi dan potensial dapat menimbulan terjadinya peritonitis. Pasien dapat mengalami ketidaknyaman , sakit kepala , malasm mual, dan anoreksia. Sering juga disertai dengan muntah dan cegukan.Beberapa pasien asimtomatik
Pada pasien yang tidak ditangani gastritis akut secara serius, maka akan menimbulkan terjadinya gastritis kroni
MANIFESTASI KLINIK :
- Malaese
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Anoreksia
- Nyeri ulu hati
- Kembung
- Asam dimulut
- Keluhan – keluhan anemia
IV. DATA PENUNJANG
1. Endoskopi .
Akan tampak erosi multiple yang sebagian biasanya tampak berdarah dan letaknya tersebar , kadang – kadang dapat dijumpai erosi yang mengelompok pada satu daerah. Mukosa umumnya tampak merah.
2. Serologi.
3. Histologi
4. Sinar - X gastro intestinal
V. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Data Subjektif
- Nyeri ulu hati
- Anoreksia
- Mual dan muntah
- Riwayat penyakit lambung
- Pola makan ( banyak dan macamnya )
- Coping mekanisme
b. Data Okjektif
- Nyeri tekan epigastrium
- Perubahan turgor kulit
- Mukosa bibir kering
- Conjungtiva anemis
2. Diagnosa keperawatan , etiologi ,intervensi dan rasional.
• Nyeri b/d iritasi mukoda lambung.
- Observasi karakteristik ( intensitas dan skala nyeri )
R/ : Skala dan intensitas menentukan tindakan selanjutnya
- Berikan makanan porsi kecil dan tidak merangsang mukosa gaster.
R/ : Pemberian makanan yang banyak dalam waktu singkat menambah beban kerja lambung.
- Kolaborasi dalam pemberian analgetika
R/: Mengurangi rasa nyeri
• Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake inadekuat
- Kali ulang makanan yang disukai sesuai indikasi
R/ : Menambah / meningkatkan napsu makan
- Beri diet TKTP sesuai indikasi
R/: Penambahan nutrisi sesuai kebutuhan
- Timbang berat badan tiap hari
R/ : Parameter dari keberhasilan tindakan
- Kolaborasi dalam pemberian multivitamin
R/ : Menambah napsu makan
• Resiko volume cairan kurang b/d out put yang berlebihan ( muntah ) intake cairan yang kurang.
- Observasi intake out put cairan ( water balance ) / 24 jam
R/ : Indikator dari pemenuhan cairan
- Tingkatkan asupan cairan peroral / parenteral sesuai hasil kolaborasi.
R/ : Mempertahankan kebutuhan akan cairan dalam tubuh
- Observasi tetesan infuse dan lokasi pemasangan
R/ : Patensi dan kelancaran dalam pemenuhan kebutuhan cairan
- Observasi tanda – tanda kurang cairan
R/ : Indikator dalam menentukan tindakan selanjutnya
- Observasi tanda – tanda vital
R/ : Tanda – tanda vital akan berpengaruh terhadap masalah kekurangan cairan
• Intoleransi aktifitas b/d nyeri.
- Anjurkan dan jelaskan pentingnya istirahat ditempat tidur selama fase nyeri.
R/ : Meminimalkan timbul nyeri
- Bantu pemenuhan aktifitas harian ( ADL )
R/ : Pemenuhan terhadap kebutuhan dasar harian
- Observasi tingkat kemampuan aktifitas klien sesuai dgn kategori
R/ : Menentukan tindakan selanjutnya
- Berikan latihan rentang gerak aktif dan pasif sesuai kemampuan
R/ : Mencegah kekakuan otot.
• Resiko perdarahan ( hemetemesis / melena ) b/d perforasi dinding gaster.
- Observasi dan laporkan tanda dan gejala perdarahan internal ( pucat, td menurun, akral dingin, pols lemah dan penurunan kesadaran ).
R/ : Indikator dalam menentukan tindakan selanjtnya
- Lanjutkan pemberian cairan parenteral sesuai order dokter.
R/ : Mempertahankan pemenuhan cairan dalam tubuh
3. Evaluasi
- Nyeri b/d iritasi mukosa gaster teratasi
- Nutrisi kurang b/d intake inadekuat teratasi
- Resiko volume cairan kurang b/d out put yang berlebihan tidak terjadi
- Intoleransi aktifitas b/d nyeri teratasi
- Resiko perdarahan b/d perforasi dinding gaster tidak terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Corwin, Elizabeth J.2000. Buku Saku pathofisiologi.EGC; Jakarta
Doengoes, Marilynn,E.2000 Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3,Jakarta;EGC
Khaidir Muhaj.Blog.Site, Asuhan keperatan Ulkus Peptikum
Mansjoer, Arief dkk.1999.Kapita Selekta Kedokteran.Edisi 3.Jilid I;Jakarta F.K.U.I
Suddart, 2000. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta ;EGC
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat, Jakarta;EGC
