Rabu, 20 Mei 2009

Komunikasi

Oleh : Mahyuliansyah

Komunikasi dapat didefinisikan sebagai upaya menyampaikan pesan, pendapat, perasaan, atau memberikan berita atau informasj kepada orang lain.
Berita atau informasi itu dapat berupa perintah,saran, dan pendapat, baik dalam bentuk ucapan langsung maupun dalam bentuk tulisan, gambar, kode atau lainnya yang berupa pengumuman, edaran, dan lain sebagainya.
Seringkali komunikasi antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan baik karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah atau kata yang sama, akan tetapi mempunyai arti yang berbeda, atau, menggunakan kata yang berbeda dengan arti yang sama.
Tiga unsur komunikasi yaitu:
1. Pengirim pesan atau sering juga disebut sebagai sender, komunikator. Pengirim pesan harus dapat menuliskan atau menyandikan pesan dengan baik dan jelas. Dan Juga membuat encoding yang ditujukan kepada seseorang atau beberapa orang, dan memilih media, serta meminta kejelasan kepada penerima apakah pesan telah diterima.
2. Penerima pesan atau sering disebut sebagai reciever atau komunikan. Penerima pesan harus mendengarkan atau berkonsentrasi agar pesan dapat diterima dengan benar, dan memberikan umpan balik yang disebut dengan decoding kepada pengirim pesan bahwa pesan telah diterima dengan benar.
3. Media atau saluran yang digunakan sebagai alat untuk mengirimkan pesan. Media ini dapat berupa telepon, televisi, fax, telecopier, sandi morse, semapore, SMS, E-mail , dan lain lain.


Proses komunikasi mempunyai dua model yaitu model linier yang mempunyai ciri sebuah proses komunikasi yang hanya terdiri dari satu garis lurus. Proses tersebut berawal dari komunikator dan berakhir pada komunikan. Model yang lain adalah model sirkulair yang ditandai dengan adanya unsur feedback. Hal ini berarti proses komunikasi tidak berawal dari satu titik dan berakhir pada titik yang lain. Jadi pada dasarnya proses komunikasi ini berbalik satu dalam lingkaran penuh.
Proses komunikasi harus merupakan komunikasi dua arah. Yakni, pengirim menuliskan dan mengirimkan pesan melalui media yang dipilihnya, dan penerima pesan menuliskan kembali pesan yang dia telah terima, serta menyampaikan bahwa pesan telah diterima dengan baik dan benar. Pesan ada yang informatif yaitu pesan yang disampaikan berupa informasi dan pesan yang persuasif yaitu pesan yang disampaikan untuk mempengaruhi orang lain agar tertarik pada ide dari pesan yang disampaikan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi sehubungkan dengan pesan yang disampaikan yaitu :
1. Bila pesan sering diulang, panjang maka pesan akan berlalu begitu saja.
2. Apabila pesan / ide yang dikemukakan/ditawarkan dengan gaya persuasif orang akan tertarik akan ide tersebut.
3. Bila pesan/ide tidak disampaikan kepada orang maka mereka tidak akan memegangnya dan menanyakannya.
Dalam proses komunikasi dapat terjadi adanya gangguan (noise) yang disebabkan oleh berita yang disampaikan tidak jelas, sehingga penerima berita mengartikannya tidak secara menyeluruh, atau gangguan lain yag mempengaruhi media komunikasi.
Komunikasi yang efektif dapat terjadi apabila pesan yang dikirim oleh komunikator / sender dapat diterima dengan baik (menyenangkan, aktual/nyata) oleh komunikan / reciever. Kemudian penerima pesan menyampaikan kembali bahwa pesan telah diterima dengan baik dan benar. Artinya ada komunikasi dua arah atau komunikasi yang timbal balik.
Lima aspek yang harus dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif adalah clarity, accuracy, contex, flow dan culture.
Strategi dalam membangun komunikasi efektif : ketahui mitra bicara (audience), ketahui tujuan, perhatikan konteks, pelajari kultur, dan pahami bahasa.
Dalam komunikasi lisan, informasi disampaikan secara lisan/verbal melalui kata-kata. Penyampaikan informasi seperti ini dinamakan berbicara. Komunikasi lisan akan menjadi lebih efektif apabila diikuti dengan tinggi rendah, lemah lembut, dan perubahan nada suara yang disesuaikan. Dengan demikian kata-kata adalah isi sebuah pesan, sedangkan bahasa tubuh, nada suara adalah konteks dimana pesan itu melekat. Komunikasi non verbal menunjukkan adanya lima fungsi yaitu: Repetition, Contradiction, Substitution, Complemneting, dan Accenting.
Perbedaan budaya dalam komunikasi dapat berakibat lebih buruk dibandingkan dengan perbedaan dalam bahasa
Dalarn komunikasi, bahasa mempunyai peran yang sangat penting, walaupun kadang-kadang keliru dalam mengartikannya sebagai akibat seluk beluk bahasa yang tidak dimengerti. Didalam bahasa, ada kata-kata denotasi / harafiah, dan ada kata_kata konotasi, dan dengan menggunakan logat bahasa tertentu dapat menimbulkan perbedaan pengertian.
Bahasa didefinisikan oleh Collin Cobuild English Language Dictionary sebagai suatu system komunikasi yang.terdiri dari seperangkat bunyi dan lambang tertulis yang digunakan oleh orang orang dalam suatu negara atau wilayah tertentu. Sedargkan Purwadarminta mengartikan bahasa sebagai : system lambang, tanda berupa segala macam bunyi yang dipakai orang untuk melahirkan pikiran dan perasaan perkataan-perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, negara, daerah), percakapan, perkataan yang baik, sopan santun, tingkah laku yang baik.
Bahasa dapat dibedakan dalan dua pengertian yaitu bahasa dalam arti luas dan bahasa dalam arti sempit.
Fungsi bahasa dalam arti kehidupan manusia adalah sebagai alat yang dapat melahirkan berbagai alat yang dapat melahirkan berbagai macam perasaan dan sebagai alat komunikasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dan kelainan dalam komunikasi yaitu faktor pengetahuan, fakror pengalaman, faktor intelegensia, faktor kepribadian, faktor biologis.
Berbicara dapat digolongkan dalam berbagai segi yaitu segi jarak, sarana yang digunakan, tujuan (menyampaikan informasi, mengumpulkan informasi, pengambilan keputusan, pemecahan masalah dan penjualan informasi), kedinasan, lawan bicara, hierarchii, isi, dan pertumbuhan bicara.
Dalam berbicara yang baik harus memperhatikan prinsip dan teknik komunikasi. Prinsip secaja harafiah mempunyai arti pokok/dasar, keyakinan, sendi-sendi yang mempunyai asas atau kebenaran yang menjadi dasar berpikir, bertindak dan berbuat.
Sedangkan teknik adalah kepandaian, pengetahuan membuat/melakukan sesuatu berkenaan dengan seni. Teknik disebut juga metode, daya upaya dan kemahiran yang terjadi karena pikiran yang lebih luas, dan perasaan yang lebih tajam.
Trik-trik dalam berbicara yaitu dengan menarik napas dalam-dalam, dan mengatur volume suara.
Mendengarkan merupakan hal yang penting dalam komunikasi. Mendengarkan dengan aktif berarti mengerti apa yang dikatakan di balik pesan yang diterima. Beberapa tip untuk mendengarkan dengan aktif yaitu paraphrasing, perception check, dan behavior description.
Keterampilan dalam berbicara merupakan kemampuan mengekspresikan pembicaraan dalam bahasa kata-kata. Semuanya tergantung pada pengalaman, pengetahuan, panjang dan pendeknya pembicaraan, serta isi pembicaraan.
Keterampilan bicara biasanya diikuti dengan gaya bicara. Ada beberapa gaya bicara yang biasanya mengikuti kegiatan bicara itu sendiri yaitu :
• Gaya berbicara dengan menghubungkan suara dengan kata-kata atau disebut gaya bahasa yang meliputi Asidenton, Polisidenton, Klimaks, Antiklimaks, dan Hiperbola.
• Gaya berbicara dengan gerak muka (mimik).
• Gaya bicara dengan gerak badan (panto mimik), dan
• Gaya berbicara dengan gerak gerik.
Hal-hal menarik lainnya yang mempengaruhi berbicara ialah; palaian, pandangan mata, air muka, sikap badan, suara, senyum, berjabat tangan, berpikir, bertindak dan selalu terlihat senang dan sukses, ingat nama, tunjukkan daya tarik yarg tulus terhadap orang yang dihormati.
Dalam berkomunikasi hendaknya hindarilah menggunakan kata-kata Jargon, dengan berusaha menerapkan KISS principle.
Peningkatan kepercayaan merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi respektif sebagai landasan untuk berinteraksi secara mutual. Peningkatan hubungan mutualistik ini akan meningkatkan mutu komunikasi diantara mereka yang berbeda budaya.
Para komunikator, apakah ia seorang atasan, atau bawahan dapat menciptakan interaksi mutual dengan enam prinsip yaitu :
1. Menggunakan deskripsi,
2. Berorientasi pada pemecahan masalah,
3. Spontanitas, jujur,
4. memberikan empati, dan menggunakan perasaan,
5. Menggunakan kecenderungan apa yang mereka rasakan adalah sama dengan yang kita rasakan,
6. Meningkatkan komunikasi.
Dalam berkomunikasi juga harus ada keseimbangan dalam memberikan kajian dan saran. Pada saat bertanva hendaklah jangan interrogating, pada saat mengadakan pengamatan janganlah withdrawing, dan pada saat berbicara jangan dictating/ mendikte, dan pada saat membangkitkan atau mencari sebab janganlah politiking.
Komunikasi mencakup hampir setiap interaksi antara seseorang dengan orang lain. Oleh karena itu, antara komunikasi dengan hubungan/relation adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Artinya, antara seorang dengan orang lainnya tidak dapat berhubungan tanpa melalkukan komunikasi.
Komunikasi yang diucapkan atau tidak diucapkan bisa jelas, samar-samar. Terbuka atau terkontrol.
Komunikasi efektif dan hubungan yang sehat tergantung pada tiga macam perilaku komunikisi yang dapat dibedakan menjadi: Komunikasi formal, komunikasi Informal/grapevine dan komunikasi non formal.
Komunikasi formal terjadi dalam lembaga formal, dan dalam hubungan yang formal. Komunikasi Informal terjadi secara spontan dan biasanya berkerumun serta membicarakan hal-hal yang idak ada sumber beritanya yang pasti (sekedar desas-desus). Sedangkan komunikasi non formal adalah gabungan antara komunikasi formal dengan informal.



Daftar Pustaka :

Lestari, Endang G, SH.MM & Maliki, MA, Drs.M.Ed, 2003, Komunikasi Yang Efektif Bahan Ajar Prajabatan Golongan III, Jakarta : LAN RI

Catatan kuliah Konsep Komunikasi , STIKES Muhammadiyah Banjarmasin 2009
Dosen : Hryadi, M.Kep, Sp.Kom

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar