Minggu, 15 November 2009

UPAYA PENYULUHAN KESEHATAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI

PENDAHULUAN
Ketahanan pangan merupakan persoalan hidup-matinya sebuah bangsa. Seseorang atau kelompok masyarakat bila tidak makan dalam jangka waktu lama bakal menemui ajal. Bisa makan, tetapi dengan kuantitas dan kualitas asupan yang tidak memenuhi standar gizi pun hanya menghasilkan generasi yang lemah, kurang sehat, tidak cerdas, dan malas.
Dengan mutu SDM semacam ini, tidak mungkin suatu bangsa menjadi besar, maju dan makmur. Tragedi kekurangan pangan dan gizi kini tengah mengancam kesehatan, kecerdasan, bahkan kelangsungan hidup sekitar 854 juta penduduk dunia. Jumlah itu tersebar di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) sebanyak 820 juta, di negara-negara maju 9 juta, dan 25 juta di negara-negara transisi (FAO, 2007).

PENGERTIAN
Ketahanan pangan adalah situasi dimana semua orang dalam segala waktu memiliki kecukupan jumlah atas pangan yang aman dan bergizi demi kehidupan yang sehat dan aktif. World bank (1996): Ketahanan pangan adalah akses oleh semua orang pada segala waktu atas pangan yang cukup untuk kehidupan yang sehat dan aktif. Oxfam (2001): Ketahanan pangan adalah kondisi ketika setiap orang dalam segala waktu memiliki akses dan kontrol atas jumlah pangan yang cukup dan kualitas yang baik demi hidup yang aktif dan sehat. Dua kandungan makna tercantum disini yakni: ketersediaan dalam artian kualitas dan kuantitas dan akses (hak atas pangan melalui pembelian, pertukaran maupun klaim). FIVIMS (2005): Ketahanan pangan adalah kondisi ketika semua orang pada segala waktu secara fisik, sosial, dan ekonomi memiliki akses pada pangan yang cukup, aman dan bergizi untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi (dietary needs) dan pilihan pangan (food preferences) demi kehidupan yang aktif dan sehat. UU No. 7 Tahun 1996 Tentang Pangan dan PP 68 Tahun 2002 Tentang Ketahanan Pangan: Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.



Ada tiga alasan penting yang melandasi pembangunan ketahanan pangan (Permana, 2006), yaitu :
• Akses atas pangan yang cukup dan bergizi bagi setiap penduduk merupakan salah satu pemenuhan hak azasi manusia.
• Konsumsi pangan dan gizi yang cukup merupakan basis bagi pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas.
• Ketahanan pangan merupakan basis bagi ketahanan ekonomi, bahkan bagi ketahanan nasional suatu negara yang berdaulat.
PERMASALAHAN PANGAN DAN GIZi
Terjadinya kelaparan, kemiskinan dan kurang gizi akan terus menghantuimanusia. Masalah tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang sifatnya interdisipliner yang tidak kecil bentuknya, dan karenanya menuntut adanya pendekatan yang bersifat interdisipliner untuk mengatasinya. Ilmu dan teknologi akan mampu menyampaikan dan memberikan sumbangan yang besar dan berarti bagi perkembangan sosioekonomi hanya bila dalam mememcahkan masalah pelaksanaannya menggunakan pendekatan interdisipliner (Winarno,1993).
Selain pendekatan interdisipliner juga perlu dilakukan pendekatan multisektoral dalam perbaikan pangan dan gizi disuatu daerah. Misalnya dalam mengatasi masalah gizi utama di Indonesia yang masih dihadapkan pada 4 masalah gizi utama yaitu :1) kekurangan kalori protein (KKP), 2) kurang vitamin A (KVA), 3) anemia besi (Fe) dan 4) gangguan angka kecukupan yodium (GAKY). Tinggginya tingkat prevalensi gizi utama di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain ; kemiskinan, penyakit, faktor sosial dan budaya,aksesmasyarakat terhadap pangan (Pudjiadi, 2001).
Perbaikan gizi melalui pendekatan faktor tersebut dan pendekatan multisektoral adalah salah satu alternatif untuk penyelesaian masalah tersebut. Pendekatan multisektoral mencakup ; penyediaan air bersih, kebersihan lingkungan, kegiatan immunisasi, kesehatan dan kebersihan pangan, perawatan medis dan gizi, pencegahan dan pemberantasan penyakit, pendidikan kesehatan dan gizi, konsumsi pangan, ketersediaan pangan, pengadaan pangan (produksi pangan dalam negeri,keadaan ekspor pangan dan pemasaran pangan), permintaan pangan (faktor kependudukan, faktor kebudayaan dan agama dan faktor keadaan perekonomian), penggunaan secara biologis akan diharapkan diperoleh perbaikan pangan dan gizi (Saragih, 2002 dan Roedjito, 1989).
Keberhasilan pendekatan tersebut sangat tergantung dari partisifasi masyarakat (rumah tangga) sebagai sasaran utama. Dengan demikian usaha perbaikan gizi masyarakat haruslah ditujukan pada keluarga. Karena dalam kehidupan sehari-hari makanan keluarga ditentukan dan tanggung jawab keluarga itu sendiri sejak belanja hingga penyajian makanan tersebut. Tentu saja sejak dalam perjalanan makanan tersebut, didalam keluarga sangat dipengaruhi oleh bahan pangan, kebiasaan, selerta, pantangan, cara memasak, teknologi dapur, prestise, ketahanan pangan dan sebagainya. Partisipasi masyarakat diperlukan dalam bentuk kesadaran akan masalah gizi dan ketahanan pangan diantara mereka, sehingga terangsang untuk usaha penanggulangan masalah gizi dan ketahanan pangan terutama pada tingkat rumah tangga

UPAYA PENYULUHAN KESEHATAN
Masih banyaknya permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan kondisi ketahanan pangan dan gizi mebutuhkan suatu kerjasama lintas sektor terkait yaitu Departemen Pertanian dan Departemen Kesehatan. Salah satu bentuk nyata kerjasama tersebut adalah upaya penyuluhan kesehatan yang berhubungan dengan permasalahan kesehatan pada umumnya dan yang berhubungan dengan kondisi ketahanan pangan dan gizi pada khususnya
Dalam rangka hal tersebut di atas Deptan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan upaya tersebut. Untuk kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Amuntai Selatan dilakukan upaya penyuluhan kesehatan di Desa Bajawit dari Bulan Juli 2009 sampaii dengan Oktober 2009 dengan jumlah penyuluhan sebanyak 21 kali. Petugas yang melakukan penyuluhan adalah karyawan Puskesmas Amuntai Selatan secara bergiliran sesui dengan program yang mereka kelola. Di bawah inii merupakan upaya penyuluhan yang telah dilakukan.

Materi, Pertanyaan dan Jawaban
1. Gizi Ibu Hamil
Seberapa banyak seharusnya porsi makan untuk ibu hamil ?
Seharusnya porsi makan untuk ibu hamil lebih banyak dari biasanya karena ibu hamil makannya untuk 2 orang sekaligus
2. Gizi Ibu Menyusui
Berapa gelas seharusnya ibu menyusui menyusui perlu minum minum dalam 1 hari ? Supaya ASI nya mencukupi, setiap hari ibu 8 - 10 gelas dalam 1 hari, serta perlu banyak makan sayuran hijau dan buah berwarna
3. Vitamin A
Apa saja contoh sayur dan buah yang Vitamin A antara lain sayuran mengandung Vitamin A ?
Contoh sayur dan buah yang mengandung yang berwarna hijau seperti bayam, kangkung, wortel, dan pepaya. Sebaiknya sayuran ditumis / dimasak dengan santan sebab Vitamin A larut dengan minyak / santan
4. Gizi Buruk
Apa saja akibat dari Gizi Buruk ?
Akibat dari gizi buruk antara lain :
a. Menyebabkan kematian bila tidaksegera ditangani oleh tenaga keehatan
b. Mengakibatkan anak kurang cerdas
c. Berat dan tinggi badan pada umur dewasa lebih rendah dari anak normal
d. Sering sakit infeksi seperti batuk, pilek, diare, TBC, dan lain - lain
5.Manfaat ASI
Apa saja manfaat pemberian ASI terhadaptumbuh kembang anak,bayi ?
Manfaat pemberian ASI adalah untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit infeksi, serta menguatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan anaknya
6.UPGK
Apa saja kegiatan dari UPGK ?
Kegiatan pokok dari UPGK tersebut antara lain penyuluhan masyarakat,pelayanan gizi, di posyandu dan pemanfaatan pekarangan untuk meningkatkan gizi keluarga
7.Mencegah ibu hamilKurang Energi Kronis ( KEK )
Bagaimana agar ibu hamil tidak KEK ?
Agar gizi ibu hamil bisa tercukupi usahakanlah agar hidangan sehari - hari berdasarkan Triguna Makanan yakni sebagai sumber tenaga, sumber zat pembangun, dan sumber zat pengatur. Gunakan selalu bahan makanan yang tersedia di masing - masing daerah secara beranekaragam, gunakan selalu garam beryodium setiap kali memasak hidangan keluarga, dan jangan berpantang terhadap makanan yang merugikan diri sendiri
8.13 Pesan Gizi Seimbang
Sebutkan salah satu contoh yang termasuk dalam 13 pesan gizi seimbang ?
Salah satu contoh yang mudah adalah penggunaan garam beryodium, karena dengan
mengkonsumsi garam beryodium setiap hari dapat mencegah timbulnya penyakit GAKI
(Gangguan Akibat Kekurangan Iodium ). GAKI dapat menghambat perkembangan tingkat kecerdasan pada anak - anak, penyakit gondok dan kretin / cebol
9.KADARZI
Bagaimana seharusnya perilaku KADARZI ?
Perilaku keluarga KADARZI antara lain :
1. keluarga makan anekaragam makanan
2. keluarga memantau kesehatan dan pertumbuhan
3. keluarga biasa menggunakan garam beryodium dalam makanan sehari - hari
4. ibu hanya memberikan ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan
5. keluarga biasa sarapan pagi
10.Gizi Balita
Umur berapa seharusnya anak mulai makan ?
Anak dari usia 0 - 6 bulan cukup diberi ASI saja, kemudian dari umur 6 - 9 bulan mulaidiberikan makanan lumat misalnya bubur. Setelah anak berusia 9 - 12 bulan mulai diberikan makananlembik dan dari usia 12 - 24 bulan keatas mulai diberikan / dikenalkan dengan makanan keluarga.Perhatikan pemberian jenis dan banyaknya makanan yang diberikan agar kebutuhan gizinya tercukupi.
11.Penyakit Malaria dan
Bagaimana cara membedakan tubuh nyamuk Penyakit Demam Berdarah DBD degan Malaria ?Cara membedakannya antara lain : Ciri khas nyamuk Malaria ( Anopheles ) bila hinggap
posisinya menungging, jentiknya sejajar dengan permukaan air. Sedangkan ciri khas nyamuk DBD ( Aedes Aigypty ) bila hinggap posisinya sejajr, warna nyamuknya hitam putih ( zebra ), jentiknya tegak lurus dengan permukaan air.
12.Penyakit TBC
Apakah orang yang menderita TBC bisa sembuh total atau sehat seperti sedia kala ?Bisa, asal harus berobat teratur ( tidak putus ) selama 6 bulan dipuskesmas dan harus
dalam pengawasan keluarga / tetangga
13.Penyakit Hipertensi
Apa saja yang tidak boleh dimakan oleh orang yang menderita Darah Tinggi ( Hipertensi ) ?
Makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi sebaiknya dikurangi, begitu pula denganmakanan yang bersantan.
14.Penyakit Kulit (Kusta )
Apakah penyakit Kusta itu keturunan ?
Tidak. Penyakit kusta bukan penyakit turunan ( herediter ) penyakit ini disebabkan olehbakteri dan dapat sembuh, antara lain penderita berobat dini dan teratur.
15.Penyakit Pneumoni
Apakah penyakit Pneumoni itu berbahaya ?
Iya, sebab jika tidak segera diobati Pneumoni dapat menyebabkan kematian
16.Penyakit Campak
Bagaimana cara mencegah Penyakit Campak ?
Cara yang sederhana yaitu mandi teratur 2x sehari pakai sabun anti septik dan air yang bersih, bersihkan lingkungan rumah dan sekitar, dan jangan memakai barang ( mis : handuk, pakaian )dengan penderita secara bersamaan
17.Penyakit Diare
Apa saja penyebab Diare ?
Penyebabnya antara lain :
a. makan tanpa cuci tangan dengan sabun
b. minum air mentah
18.Penyakit ISPA
Apa saja penyebab penyakit ISPA ?
ISPA disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas
19.Tanda - tanda gejala kurang darah ( Bahaya Anemia )
Apa saja bahaya bagi ibu hamil yang kurang darah ?
Bahayanya antara lain :
a. Dapat membahayakan jiwa ibu, terutama waktu melahirkan
b. mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan dan dapat pula membahayakan jiwanya
20.Keluhan pada masa kehamilan ( Anemia )
Apa saja tanda - tanda kurang darah ?
Tanda - tandanya antara lain :
a. pandangan berkunang - kunang
b. lemah, badan lesu, cepat lelah
c. gampang ngantuk, wajah / muka pucat
d. lidah, bibir, kuku pucat sekali
21.Tanda - tanda bahaya pada ibu bersalin
Apa saja bahaya bagi ibu bersalin yang kurang darah ?
Tanda - tandanya antara lain :
a. waktu melahirkan bayi yang akan dilahirkan kecil dan lemah
b. waktu melahirkan kemungkinan ibu dan bayinya meninggal

PENUTUP

Ketahanan Pangan dan Gizi merupakan masalah multisektor, tidak bisa terpecahkan jika tidak ada kerjasama antar sektor. Permasalahan yang muncul selalu saling berkaitan satu sama lain. Untuk itu semua sektor yang terkait tidak sepantasnya tutup mata jika ditemukan permaslahan ketahanan pangan dan gizi. Bentuk kerjasama dengan institusi kesehatan salah satunya adalah upaya penyuluhan yang sinergis dengan keadaan permaslahan ketahanan pangan dan gizi serta masalah kesehatan pada umumnya.
Penerapan ketentuan operasional dalam PP No. 68 Tahun 2002 Tentang Ketahanan pangan perlu dilakukan secara konsisten dan serius dimana didalam ketentuan tersebut telah diuraikan langkah-langkah konkrit perwujudan ketahanan pangan melalui tindakan-tindakan operasional di lapangan.

Sumber :
Ketahanan Pangan dan Kemajuan Bangsa, www.prakarsa-rakyat.org/artikel/fok...
Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Menuju Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan , www.slideshare.net/PKP2AIIILANSamarinda
LAPORAN KEGIATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN GIZI ( P2KGPG ) KELOMPOK WANITA " SERAI" TAHUN 2009 DESA BAJAWITKECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar