Sabtu, 22 Mei 2010

PERUBAHAN DALAM ORGANISASI

PENGERTIAN BERUBAH
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang direncanakan yaitu suatu usaha sistematik untuk mendesain ulang suatu organisasi dengan cara melakukan adaptasi pada perubahan yang terjadi dilingkungan eksternal maupun internal untuk mencapai sasaran baru.


FUNGSI BERUBAH
Perubahan ditujukan utk menyelesaikan masalah.
Perubahan ditujukan untuk membuat prosedur kerja lebih efisien.
Perubahan ditujukan untuk mengurangi kegiatan yang tidak penting.



TEORI-TEORI TENTANG PERUBAHAN
TEORI KURT LEWIN (1951)
Lewin (1951) mengungkapkan bahwa perubahan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tahapan, yang meliputi: 1) unfreezing;
2) moving; dan 3) refreezing; (Kurt Lewin,1951 dari Lancaster; J, Lancaster, W. 1982).

Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan :
Kebutuhan dasar manusia :
Kebutuhan yang belum terpenuhi akan memotivasi perilaku sebagaimana teori kebutuhan Maslow (1954).
Kebutuhan dasar interpersonal :
Manusia memilki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian besar perilaku seseorang: 1) kebutuhan untuk berkumpul bersama-sama; 2) kebutuhan untuk mengendalikan/melakukan kontrol; 3) kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan dan perasaan emosional.

Faktor Penghambat :
Menurut New dan Couillard (1981), faktor penghambat (restraining force) terjadinya perubahan yang disebabkan oleh:
Adanya ancaman terhadap kepentingan pribadi.
Adanya persepsi yang kurang tepat.
Reaksi psikologis.
Toleransi untuk berubah rendah.


Alasan Perubahan :
Lewin (1951) mengidentifikasi beberapa hal dan alasan yang harus dilaksanakan oleh seorang manajer dalam merencanakan suatu perubahan, yaitu:
Perubahan hanya boleh dilaksanakan untuk alasan yang baik.
Perubahan harus secara bertahap.
Semua perubahan harus direncanakan dan tidak secara drastis atau mendadak.
Semua individu yang terkena perubahan harus dilibatkan dalam perencanaan perubahan.


TEORI ROGER (1962) :
Roger (1962) mengembangkan teori dari Lewin (1951) tentang 3 tahap perubahan dengan menekankan pada latar belakang individu yang terlibat dalam perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan.
Roger(1962) menjelaskan 5 tahap dalam perubahan, yaitu: kesadaran, keinginan, evaluasi, mencoba, dan penerimaan atau dikenal juga sebagai AIETA (Awareness, Interest, Evaluation, Trial and Adoption).


TEORI LIPITTS (1973) :
Lippit (1973) mendefinisikan perubahan sebagai sesuatu yang direncanakan atau tidak direncanakan terhadap status quo dalam individu, situasi atau proses dan dalam perencanaan perubahan yang diharapkan, disusun oleh individu, kelompok, organisasi atau sistem sosial yang mempengaruhi secara langsung tentang status quo, organisasi lain atau situasi lain.

7 tahap dalam proses perubahan:
Menentukan masalah.
Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan.
Mengkaji motivasi change agent dan sarana yang tersedia.
Menyeleksi tujuan perubahan.
Memilih peran yang sesuai dilaksanakan oleh agen pembaharu.
Mempertahankan perubahan yang telah dimulai.
Mengakhiri bantuan.

Perbandingan Perubahan Berdasarkan Tiga Teori Perubahan
Proses Perubahan
Pencairan (Unfreezing) :

Membuat kebutuhan terhadap perubahan menjadi nyata sehingga individu, kelompok, atau organisasi siap menerima bahwa perubahan harus terjadi.



Pengubahan (Changing) :
Menemukan dan mengadopsi sikap, nilai, dan tingkah laku baru dengan bantuan agen perubahan terlatih, yang memimpin individu, kelompok, atau seluruh organisasi melewati proses tersebut.
Anggota organisasi akan menyesuaikan diri dengan nilai, sikap dan tingkah laku dari agen perubahan, menyerapnya setelah mereka menyadari keefektifan dalam prestasi kerja.



Pemantapan (Refreezing) :

Transformasi pola tingkah laku baru menjadi norma lewat penguatan dan dukungan mekanisme.


Pendekatan Perubahan
Pendekatan Pada Perubahan Struktural :
Perubahan struktur sebuah organisasi bisa berupa pengaturan ulang sistem internal, seperti jalur komunikasi, alur kerja atau hirarki manajemen.

Pendekatan Pada Perubahan Teknologi :
Perubahan teknologi sebuah organisasi mencakup mengganti peralatan, proses rekayasa, teknik penelitian atau metode produksi.




Pendekatan Pd perubahan Manusia.

Pendekatan manusia, adalah mencoba mengubah tingkah laku karyawan dengan memfokuskan pada keterampilan, sikap, persepsi, dan harapan karyawan.


Hambatan Dalam Perubahan
Tidak mau atau tidak mampu untuk mengubah sikap dan tingkah laku yang lama menjadi kebiasaan.
Individu yang diberi kebebasan cenderung untuk kembali ke pola tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan.


Metoda Menangani Penolakan Terhadap Perubahan
Pendidikan dan Komunikasi, yaitu menjelaskan kebutuhan akan dan logika dari perubahan kepada individu, kelompok dan bahkan seluruh organisasi.
Partisipasi dan Penyertaan, yaitu meminta anggota organisasi untuk membantu mendesain perubahan.
Memberi Fasilitas dan Dukungan, yaitu menawarkan program pelatihan, liburan, dukungan emosional dan memahami orang yang terpengaruh oleh perubahan.



Negosiasi dan Persetujuan, yaitu melakukan negosiasi dengan penolak potensial, bahkan mengusahakan surat pemahaman tertulis.
Manipulasi dan Pemilihan menjadi anggota, memberikan peran yang diinginkan oleh orang yang berpengaruh dalam mendesain atau mengimplementasikan proses perubahan.
Memaksa Secara Terang2an Terselubung, yaitu menakut-nakuti dengan kehilangan pekerjaan atau pemindahan, tidak dipromosikan dsbnya..


Sumber: Materi Kuliah Manajemen STIKES Muhammadiyah Bjm
Dosen :
Supriadinata, S.Pd, M.Kes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar