Selasa, 09 Juni 2009

Bekerja di masyarakat

Perawat komunitas dalam orientasi tugasnya adalah bekerja di lingkungan masyarakat dengan mengemban peran dan fungsinya sebagai perawat komunitas. Hubungannya dengan masyarakat maka perawat komunitas mempunyai tugas mengembangkan masyarakat di wilayahnya, agar mampu dan mau hidup sehat dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan.
Untuk bekerja di masyarakat maka ada beberapa langkah-langkah yang harus ditempuh. Lalu apa yang perlu diketahui dalam bekerja di masyarakat?

1. Mengenali masyarakat tempat bekerja. Kalau kita bekerja di desa maka kita harus mengenal orang-orang di desa tersebut. Bukan hanya nama tetapi kita harus mengenal adat istiadat, kebiasaan, ekonomi, pendidikan, agama, kepercayaan, serta pantangan yang ada dikalangan mereka. Artinya seorang perawat komunitas bisa menyesuaikan diri dan dapat memanpaatkan apa yang dapat diketahui di masyarakat untuk memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan.
2. Kader bukan pembantu
Di masyarakat ada tenaga sukarela yang disebut kader. Perawat komunitas harus tahu bahwa kader bukanlah pembantu puskesmas, melainkan tenaga masyarakat yang dipilih untuk usaha-usaha masyarakat. Kader berasal dari masyarakat sehingga mengenal betul masyarakat setempat, dipilih oleh masyarakat sehingga bisa diterima oleh masyarakat, disegani dan dipercaya oleh masyarakat sehingga segala saran dan petunjuknya akan didengar dan diikuti oleh masyarakat. Dari semua itu kader dapat dijadikan mitra dalam mengembangkam desa guna meningkatkan derajat kesehatan di desa tersebut.
3. Mengenali daerah tempat bekerja. Bekerja di desa akan lebih mudah kalau kita mengenal betul daerah tersebut. Perawat komunitas harus tahu berapa jumlah penduduk, keluarga, letak rumah masyarakat dan lain sebagainya. Untuk itu perawat komunitas haruslah mempunyai peta wilaya kerjanya dengan data-data yang lainnya.
4. Tokoh masyarakat adalah kunci masyarakat. Ketika kita menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui tokoh masyarakat maka diharapkan akan mempermudah membuka hati masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
5. Bekerja sama dengan tokoh agama. Di daerah-daerah yang agamanya kuat maka perawat komunitas dapat melihat peluang untuk memberdayakan masyarakat dengan bekerja sama dengan tokoh agama. Pesan-pesan kesehatan bisa diselipkan dalam pertemuan atau ceramah agama yang diadakan. Untuk itu pula perawat komunitas harus mempunyai perhatian terhadap agama guna membina hubungan yang baik dengan tokoh agama.
6. Bekerja dengan dan untuk masyarakat. Perawat komunitas adalah pembimbing masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Bertindak sebagai penasehat kader dan petugas kesehatan lainnya seperti bidan desa agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara tepat kemasyarakat. Bantulah agar masyarakat bisa menolong dirinya sendiri, tidak selalu tergantung pada petugas (perawat komunitas). Sebagai contoh, ketika kegiatan posyandu berilah petunjuk kepada kader dan ibu -ibu bagaimana cara menimbang dan mengisi KMS. Dengan harapan nantinya mereka akan dapat melakukannya sendiri, walaupun petugas tidak ada.

bersambung......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar